Polres Tulungagung mengungkapkan adanya pergeseran blackspot atau titik rawan kecelakaan lalu lintas. Semula blackspot berada di wilayah Ngantru, kini lokasi rawan kecalakaan lalu lintas dipetakan berada di wilayah Ngunut.
Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Taufik Nabila menerangkan, dari hasil pemetaan dan operasi dalam beberapa waktu terakhir, diketahui bahwa potensi terjadinya kecelakaan di wilayah Ngunut cenderung meningkat.
“Ngunut sekarang berpotensi tinggi. Sementara daerah Lembu Peteng masih belum,” ucapnya.
Secara teknis, ada berbagai aspek yang dipertimbangkan untuk menetukan blackspot. Mulai dari perhitungan waktu hingga jumlah terjadinya kecelakaan di suatu titik.
“Karena memang hitungan algoritmanya berdasarkan waktu dan banyaknya kejadian yang terjadi selama beberapa jam di lokasi,” bebernya.
Itu sebabnya Taufik mengimbau masyarakat untuk lebih tertib berlalu lintas, khususnya di momen bulan Ramadhan. Dia juga kembali menekankan pentingnya penggunaan helm dan penggunaan suku cadang kendaraan sesuai standar.
Disinggung soal sahur on the road yang biasanya marak selama Ramadhan, Taufik menegaskan bahwa Polri mengimbau agar masyarakat mengindari aktivitas santap sahur di luar rumah jika tidak ada kebutuhan mendesak.
Pasalnya, aktivitas sahur on the road dikhawatirkan jadi ajang trek-trekan yang menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas.
“Kota tidak sarankan untuk melaksanakan karena memang banyak kejadian kecelakaan maupun trek-trekan yang terjadi pada saat sahur on the road tersebut, ujar Taufik.
Adapun pada Operasi Ketupat Semeru 2026 yang akan digelar, Polres Tulungagung bakal berfokus pada penindakan preventif, preemtif, dan represif di wilayah kota. (dit)































