Kediri, (KUBUS.ID) – Pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati terus dikebut. Pemerintah Kabupaten Kediri memastikan proyek strategis tersebut berlanjut pada 2026 dengan dukungan anggaran signifikan. Total dana yang disiapkan mencapai Rp58,5 miliar untuk menuntaskan tahap krusial pembangunan.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyatakan, anggaran 2026 difokuskan pada pekerjaan tahap ketiga. Di antaranya penyelesaian pemasangan atap stadion, perampungan Zona A, hingga pekerjaan site development yang cukup kompleks.
“Atap kita selesaikan di tahun 2026 dan beberapa hal yang memang harus diperbaiki seperti drainase dan lain sebagainya, itu kita selesaikan,” kata Mas Dhito, sapaan akrab Bupati Kediri, Rabu (7/1).
Stadion Gelora Daha Jayati sendiri diproyeksikan berkapasitas sekitar 15 ribu penonton. Proyek yang mulai dikerjakan sejak 2023 itu masuk skema multi years dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada 2027.
Menurut Mas Dhito, pekerjaan site development menjadi salah satu tantangan terbesar. Pasalnya, pengembangan kawasan stadion tidak hanya menyangkut bangunan utama, tetapi juga fasilitas penunjang seperti kantong parkir, ruang terbuka hijau, serta infrastruktur pendukung lainnya.
“Tapi paling tidak 2027 (stadion) sudah bisa difungsikan total anggaran 2026 ini Rp58,5 miliar,” ungkapnya.
Tak hanya fokus pada bangunan stadion, Pemkab Kediri juga menyiapkan pekerjaan aksesibilitas. Pada 2026, pembangunan dan peningkatan akses jalan menuju stadion akan mulai dikerjakan secara bertahap.
Pekerjaan meliputi jalan di depan stadion hingga akses tembus ke jalan provinsi. Akses utama yang saat ini masih satu jalur direncanakan menjadi dua jalur dengan penambahan lebar sekitar 7 meter.
“Akses jalan ini menjadi kunci karena flow masuk kalau nanti ada pertandingan sepak bola atau mungkin ada acara lain dan sebagainya itu perlu dipikirkan,” tandas Mas Dhito.
Dengan percepatan pembangunan stadion dan akses jalan, Pemkab Kediri berharap Stadion Gelora Daha Jayati tak hanya menjadi ikon olahraga baru, tetapi juga pusat kegiatan masyarakat dan penggerak ekonomi daerah. (atc/adr)































