Beranda Gaya Hidup Cara Membuat Vision Board Yang Realistis

Cara Membuat Vision Board Yang Realistis

6

KUBUS.ID – Vision board sering dianggap sebagai alat visualisasi untuk mewujudkan impian. Namun, banyak orang membuatnya terlalu muluk tanpa rencana konkret, sehingga hanya menjadi pajangan tanpa aksi nyata.

Vision board yang realistis bukan sekadar kumpulan gambar impian, tetapi peta arah yang jelas dan bisa ditindaklanjuti.

Apa Itu Vision Board?

Vision board adalah papan atau media visual yang berisi gambaran tujuan hidup—baik dalam aspek karier, keuangan, kesehatan, hubungan, maupun pengembangan diri.

Fungsinya:

  • Mengingatkan pada tujuan jangka panjang
  • Menjaga motivasi
  • Membantu fokus pada prioritas

Namun agar efektif, vision board harus selaras dengan kondisi dan kapasitas diri.

Langkah Membuat Vision Board yang Realistis

1. Refleksi Dulu, Jangan Langsung Tempel Gambar

Sebelum memilih gambar atau kata-kata motivasi, tanyakan pada diri sendiri:

  • Apa yang benar-benar saya inginkan?
  • Mengapa tujuan ini penting bagi saya?
  • Apakah ini keinginan pribadi atau sekadar ikut tren?

Refleksi membantu memastikan tujuan berasal dari dalam, bukan tekanan sosial.

2. Tetapkan Tujuan yang Spesifik dan Terukur

Alih-alih menulis “ingin sukses”, ubah menjadi:

  • Mendapat promosi jabatan dalam 1 tahun
  • Menabung Rp20 juta dalam 12 bulan
  • Olahraga 3 kali seminggu

Semakin spesifik, semakin mudah diwujudkan.

3. Bagi Tujuan Besar Menjadi Target Kecil

Jika target terlalu besar, Anda bisa merasa kewalahan. Pecah menjadi langkah-langkah kecil.

Contoh:
Target: Membuka bisnis dalam 1 tahun
Langkah kecil:

  • Riset pasar bulan ini
  • Menyusun konsep bulan depan
  • Mulai menabung modal

Vision board harus menggambarkan proses, bukan hanya hasil akhir.

4. Sesuaikan dengan Kondisi Nyata

Realistis bukan berarti merendahkan mimpi, tetapi mempertimbangkan:

  • Waktu yang tersedia
  • Kondisi finansial
  • Keterampilan yang dimiliki
  • Tanggung jawab saat ini

Tujuan yang sesuai kapasitas lebih mungkin tercapai.

5. Tambahkan Afirmasi yang Rasional

Gunakan kalimat afirmasi yang membangun namun masuk akal, seperti:

  • “Saya konsisten menabung setiap bulan.”
  • “Saya terus meningkatkan skill untuk karier saya.”

Afirmasi sebaiknya fokus pada tindakan, bukan sekadar hasil instan.

6. Letakkan di Tempat yang Mudah Dilihat

Vision board bisa berbentuk:

  • Papan fisik di kamar
  • Wallpaper ponsel
  • Folder digital

Tujuannya agar Anda teringat setiap hari, bukan hanya di awal tahun.

Evaluasi Secara Berkala

Setiap 3–6 bulan, lakukan evaluasi:

  • Apakah masih relevan?
  • Apakah ada progres?
  • Apakah perlu penyesuaian?

Vision board bukan dokumen permanen, tetapi alat yang bisa diperbarui sesuai perkembangan hidup.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

  • Terlalu banyak tujuan sekaligus
  • Menyalin impian orang lain
  • Tidak membuat rencana aksi
  • Mengharapkan hasil tanpa konsistensi

Vision board adalah kompas, tetapi langkah tetap harus dijalankan setiap hari.

Penutup

Vision board yang realistis membantu Anda bermimpi dengan arah yang jelas. Ia bukan sekadar papan harapan, melainkan pengingat komitmen dan langkah nyata. Karena mimpi tanpa rencana hanyalah angan, tetapi mimpi dengan strategi bisa menjadi tujuan yang tercapai.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini