Beranda Gaya Hidup Cara Menghadapi Orang yang Suka Menyela

Cara Menghadapi Orang yang Suka Menyela

6

KUBUS.ID – Pernah sedang berbicara serius, lalu tiba-tiba dipotong sebelum selesai? Rasanya tidak dihargai, bahkan bisa membuat emosi terpancing. Orang yang suka menyela sering muncul dalam berbagai situasi rapat kerja, diskusi kelompok, bahkan percakapan santai.

Namun, menghadapi mereka dengan emosi justru bisa memperkeruh suasana. Dibutuhkan ketegasan dan strategi komunikasi yang tepat agar tetap dihargai tanpa menimbulkan konflik.

Mengapa Seseorang Suka Menyela?

Sebelum bereaksi, penting memahami kemungkinan alasannya:

  • Terlalu antusias ingin menyampaikan pendapat
  • Kurang sadar bahwa ia memotong pembicaraan
  • Ingin terlihat dominan
  • Tidak sabar
  • Gaya komunikasi yang terbiasa cepat

Tidak semua penyela berniat buruk. Namun tetap perlu dihadapi dengan cara yang tepat.

Dampak Jika Dibiarkan

Jika kebiasaan menyela terus terjadi:

  • Anda sulit menyampaikan ide secara utuh
  • Diskusi menjadi tidak efektif
  • Rasa percaya diri bisa menurun
  • Timbul ketegangan dalam hubungan

Karena itu, penting menetapkan batas secara elegan.

Cara Menghadapi Orang yang Suka Menyela

1. Tetap Tenang dan Jangan Ikut Meninggikan Suara

Reaksi emosional hanya membuat situasi memanas. Tarik napas dan jaga nada suara tetap stabil.

Ketegasan tidak harus disertai kemarahan.

2. Gunakan Kalimat Asertif

Saat disela, Anda bisa mengatakan dengan sopan:

  • “Izinkan saya menyelesaikan dulu ya.”
  • “Sebentar, saya belum selesai menjelaskan.”
  • “Nanti saya ingin mendengar pendapat Anda, tapi saya lanjutkan dulu.”

Kalimat seperti ini menunjukkan Anda menghargai lawan bicara, tetapi tetap menjaga giliran berbicara.

3. Gunakan Bahasa Tubuh yang Tegas

Kontak mata dan postur tubuh tegak membantu menunjukkan bahwa Anda ingin menyelesaikan pembicaraan. Jangan langsung berhenti hanya karena dipotong.

4. Ambil Kembali Kendali Percakapan

Jika pembicaraan sudah terpotong, Anda bisa berkata:

“Seperti yang tadi saya sampaikan…”

Ini membantu mengembalikan fokus ke poin Anda tanpa terdengar menyerang.

5. Bicarakan Secara Pribadi Jika Berulang

Jika kebiasaan ini terus terjadi, ajak bicara secara personal:

“Saya merasa sering terpotong saat berbicara. Saya berharap kita bisa saling memberi kesempatan menyelesaikan pendapat.”

Pendekatan personal sering lebih efektif daripada menegur di depan umum.

6. Gunakan Aturan Diskusi (Dalam Rapat)

Dalam forum formal, Anda bisa menyepakati aturan sederhana:

  • Angkat tangan sebelum berbicara
  • Tidak memotong pembicaraan
  • Moderator mengatur giliran

Struktur membantu mengurangi interupsi berlebihan.

Hindari Cara Ini

  • Membalas dengan menyela balik
  • Menyindir atau mempermalukan
  • Mengumpat atau menunjukkan ekspresi kesal berlebihan
  • Diam dan memendam kekesalan
  • Reaksi negatif hanya memperburuk komunikasi.

Ketegasan Membuat Anda Lebih Dihargai

Orang yang tegas dan mampu menjaga batas cenderung lebih dihormati. Jika Anda selalu diam saat disela, orang lain bisa menganggap itu hal yang wajar.

Menghadapi penyela bukan soal memenangkan percakapan, tetapi menjaga kualitas komunikasi.

Penutup

Menghadapi orang yang suka menyela membutuhkan kombinasi ketenangan, ketegasan, dan komunikasi asertif. Anda berhak menyampaikan pendapat sampai selesai tanpa harus bersikap kasar.

Ingat, dihargai dalam percakapan dimulai dari bagaimana Anda menghargai diri sendiri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini