Beranda Kediri Raya Cuaca Ekstrem Mengintai, BPBD Kota Kediri Siagakan Personel dan Alutsista 24 Jam

Cuaca Ekstrem Mengintai, BPBD Kota Kediri Siagakan Personel dan Alutsista 24 Jam

0

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Ancaman cuaca ekstrem masih membayangi Kota Kediri. Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri meningkatkan kesiapsiagaan. Seluruh personel dan peralatan disiagakan penuh selama 24 jam untuk merespons potensi bencana secara cepat.

Data BPBD mencatat, sepanjang Januari hingga Februari tahun ini telah terjadi 29 kejadian bencana di wilayah Kota Kediri. Mayoritas dipicu oleh cuaca ekstrem.

Pada Januari, tercatat tujuh kejadian. Rinciannya lima pohon tumbang, satu peristiwa angin kencang, dan satu gempa bumi.

Memasuki Februari, jumlah kejadian meningkat tajam menjadi 22 kasus. Terdiri atas 17 pohon tumbang, satu banjir, dua angin kencang, satu gempa bumi, serta satu abrasi.

Sementara hingga awal Maret, belum tercatat kejadian bencana. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri Joko Ariyanto mengatakan, lonjakan kejadian pada Februari menjadi perhatian serius pihaknya. BPBD pun memperkuat langkah mitigasi agar dampak cuaca ekstrem dapat diminimalkan.

“Informasi cuaca terus kami pantau melalui koordinasi dengan BMKG. Jika ada potensi cuaca ekstrem, peringatan dini langsung kami sampaikan ke masyarakat agar bisa meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, BPBD menyiagakan personel selama 7×24 jam guna merespons laporan warga dengan cepat. Selain itu, berbagai sarana penanggulangan bencana juga dipastikan siap digunakan.

Peralatan darurat seperti perahu karet, tenda pengungsian, logistik, alat komunikasi, hingga kendaraan evakuasi disiapkan dalam kondisi siap operasi.

BPBD juga melakukan pemetaan wilayah rawan, mulai dari potensi banjir, tanah longsor, hingga titik-titik rawan pohon tumbang. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat mobilisasi bantuan saat terjadi bencana.

Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat terus digencarkan. Warga diimbau menjaga kebersihan saluran air serta menghindari berteduh di bawah pohon saat hujan lebat disertai angin kencang.

Joko menegaskan, mitigasi bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat.

“Kesiapsiagaan adalah kunci keselamatan. Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan tetap waspada terhadap tanda-tanda alam di sekitar kita,” pungkasnya.(atc/adr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini