“Agar tidak mengganggu agenda strategis lembaga penyiaran publik tersebut, khususnya dalam persiapan sebagai official broadcaster ajang sepak bola dunia,” ujar Zulkarnaini dalam keterangannya, dikutip Kompas.com Selasa (24/2/2026).
Menurut Zulkarnaini, status TVRI sebagai pemegang hak siar resmi Piala Dunia 2026 merupakan momentum besar sekaligus tanggung jawab nasional.
Politikus Partai Golkar ini menilai, ajang yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada itu membutuhkan kesiapan teknis, manajerial, dan finansial yang matang dari TVRI sebagai lembaga penyiaran publik.
“Persiapan tidak hanya menyangkut aspek teknis siaran dan kualitas transmisi, tetapi juga strategi distribusi konten, optimalisasi kanal digital, hingga kesiapan sumber daya manusia,” ucap dia.
Zulkarnaini juga mengingatkan bahwa momentum Piala Dunia harus dimanfaatkan untuk memperkuat citra dan kepercayaan publik terhadap TVRI sebagai televisi publik yang modern dan kompetitif. Maka dari itu, Zulkarnaini mendorong Dewan Pengawas (Dewas) TVRI segera menunjuk pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama agar roda organisasi tetap berjalan efektif.(eko)
































