KUBUS.ID – Sahur seringkali terasa sunyi. Jalanan masih sepi, udara masih dingin, dan mata masih berat untuk terbuka. Namun di balik kesunyian itu, ada satu hal yang selalu hadir: doa ibu.
Ia bangun lebih dulu. Menyiapkan makanan dengan tenang. Memastikan semua anggota keluarga makan cukup sebelum kembali menahan lapar seharian.
1. Sahur yang Tidak Pernah Sederhana
Meski terlihat biasa, sahur adalah bentuk perhatian paling nyata.
• Menghangatkan lauk
• Membuatkan minuman
• Mengingatkan untuk tidak melewatkan niat
Di balik semua itu, ada doa yang tak terdengar namun terasa.
2. Doa yang Menguatkan Seharian
Ibu mungkin tidak selalu mengucapkannya dengan lantang. Tetapi setiap suapan yang kita makan, seringkali disertai harapan dalam diam.
• Semoga anakku kuat puasanya
• Semoga langkahnya hari ini dimudahkan
• Semoga rezekinya dilapangkan
Ramadan memperlihatkan cinta dalam bentuk yang paling tulus.
3. Saat Kita Bergantian Menjadi Pendoa
Ada waktunya kita yang kini membangunkan ibu. Menyiapkan sahur untuknya. Mendoakannya dalam sujud panjang.
Karena doa ibu adalah anugerah, dan membalasnya adalah kehormatan.






























