Beranda Nasional Eskalasi Timur Tengah Makin Memanas, Bahlil Lahadalia Sebut Cadangan BBM Nasional Aman...

Eskalasi Timur Tengah Makin Memanas, Bahlil Lahadalia Sebut Cadangan BBM Nasional Aman untuk 20 Hari

13
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih cukup untuk 20 hari. (Foto. Sekertaris Presiden)

JAKARTA, (KUBUS.ID) – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih cukup untuk 20 hari. Bahlil menyampaikan ini jelang menghadiri rapat bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Istana, Jakarta membahas situasi yang memanas di Timur Tengah.

“Masih cukup, 20 hari,” kata Bahlil, di Istana, Jakarta.

Ia memastikan, tidak ada masalah terkait subsidi BBM dalam negeri terkait konflik yang terjadi di Timur Tengah. Namun, ia menyebut, ada kemungkinan terjadi koreksi terhadap harga minyak dunia imbas konflik Timur Tengah tersebut.

“Sampai hari ini enggak ada masalah, tapi kan harga dunia pasti akan terjadi koreksi ketika kondisi geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah,” tutur dia.

Dalam rangka mengantisipasi ini, Kementerian ESDM juga akan melakukan diskusi dengan Dewan Energi Nasional (DEN) RI.

“Besok saya akan rapat dengan Dewan Energi Nasional. Setelah itu baru saya akan menyampaikan hasil analisis dan kajian dari DEN,” tutur dia.

Diketahui, Iran dilaporkan menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Iran menjadi sasaran serangan Israel dan AS pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat. Israel menjadi pihak yang pertama kali mengonfirmasi bahwa negaranya resmi menyerang Iran.

Tak lama kemudian, Presiden AS Donald Trump secara resmi mengumumkan bahwa Negeri Paman Sam bergabung dengan Israel serang Iran. Perang Israel dan Amerika dengan Iran ditandai dengan misil-misil yang menghujani langit Teheran.

Beberapa roket mengenai sejumlah titik vital, salah satunya kediaman di lingkungan Narmak, Teheran, tempat mantan presiden Mahmoud Ahmadinejad tinggal. Iran pun langsung membalas serangan Israel dan AS dengan menembakkan sejumlah misil ke lokasi yang terkait dengan operasi militer AS.

Beberapa pangkalan udara AS yang diserang adalah Al Udeid di Qatar, Pangkalan udara Al-Salem di Kuwait, Pangkalan udara Al-Dhafra di Uni Emirat Arab, dan Markas Armada Kelima AS di Bahrain. (kompas/far)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini