KEDIRI, (KUBUS.ID) – Program Gerakan Resik-Resik Masjid terus dimatangkan. Hari ini, Jumat (13/2) atau H-2 jelang pelaksanaan, rapat koordinasi digelar di ANDIKA Media Center untuk finalisasi seluruh persiapan. Harapannya, aksi yang akan dilaksanakan serentak pada Minggu, 15 Februari 2026 tersebut berlangsung sukses di seluruh wilayah Kediri Raya.
Koordinasi diikuti jajaran ANDIKA Media, pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Kediri sebagai inisiator, para takmir masjid, hingga perwakilan komunitas relawan. Agenda utamanya untuk final checking. Jangan sampai ada detail terlewat jelang hari-H.
Sekretaris DMI Kota Kediri, Hadi memastikan persiapan sudah hampir paripurna. “Sudah mendekati 100 persen. Surat edaran juga sudah kami kirim ke pengurus masjid di tiap kecamatan,” ujarnya.
Targetnya tak main-main. Seluruh masjid dan musala di Kota Kediri diharapkan turut berpartisipasi. Bahkan, dapat mengajak masjid dan musala di luar Kediri untuk melakukan hal serupa. Gerakan ini bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, melainkan wujud sukacita dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan
Wakil Ketua Baznas Kota Kediri H Abdul Basit menambahkan, gerakan ini diharapkan tak berhenti sebagai seremoni tahunan. “Harapannya ada perubahan perilaku. Takmir dan jamaah makin peduli kebersihan. Masjid bersih, ibadah pun lebih nyaman dan khusyuk,” katanya.
Dari sisi teknis, Station Manager Radio ANDIKA Adnan Raharja memberi sejumlah catatan agar pelaksanaan berjalan lancar dan tepat sasaran. Dukungan publikasi dari ANDIKA Media juga diharapkan mampu menggaungkan semangat gerakan ini lebih luas.
Gerakan Resik-Resik Masjid terbuka bagi seluruh takmir dan jamaah masjid maupun musala di mana pun berada. Tak terkecuali, masyarakat sekitar lingkungan masjid/musala. Momentum Ramadan dimaknai bukan hanya dengan memperbanyak ibadah, tetapi juga memastikan rumah ibadah bersih, nyaman, dan membahagiakan bagi semua.(adr)

































