KEDIRI, (KUBUS.ID) – Eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah kini mulai berdampak pada stabilitas harga kebutuhan pokok di sektor industri kemasan. Terganggunya rantai pasok bahan baku mengakibatkan harga plastik di Kota Kediri meroket tajam, memicu kekhawatiran di kalangan pedagang maupun pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Kediri.
Harga berbagai jenis plastik kemasan, mulai dari kantong kresek hingga plastik kiloan, dilaporkan mengalami lonjakan drastis sejak awal Ramadan.
Berdasarkan pantauan Jurnalis Andika di sejumlah toko plastik di Kota Kediri, perlengkapan kemasan menunjukkan kenaikan harga berkisar antara 60 hingga 100 persen. Untuk kantong kresek (kemasan per 50 lembar), harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp3.000 hingga Rp7.000, kini melambung menjadi Rp7.000 hingga Rp13.000, tergantung pada kualitas serta jenis material seperti PP, PE, maupun HD.
Sementara itu, untuk plastik kiloan, harga yang semula berada di angka Rp30.000 per kilogram kini melonjak tajam menjadi Rp60.000 per kilogram.
Seli, salah satu karyawan toko plastik di jl Sriwijaya Kota Kediri, mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini mulai terasa sejak memasuki hari kelima bulan puasa dan terus merangkak naik hingga saat ini.
“Kenaikan harga ini benar-benar terasa dampaknya. Penjualan kami ikut menurun sekitar 40 persen dibandingkan hari-hari biasanya. Konsumen cenderung menahan diri untuk belanja plastik dalam jumlah banyak,” ujar Seli.
Dampak kenaikan ini tidak hanya dirasakan oleh pemilik toko, tetapi juga membebani para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sangat bergantung pada kemasan plastik untuk operasional harian mereka.
Bu Ningsih, salah satu pelaku UMKM di Kediri, mengaku sangat terkejut dengan lonjakan harga yang terjadi dalam waktu singkat. Menurutnya, plastik adalah komponen biaya yang tidak bisa dihindari dalam menjalankan usahanya.
“Jujur, saya kaget melihat harganya melambung setinggi ini. Padahal plastik adalah kebutuhan pokok untuk membungkus dagangan saya. Kalau harga terus-terusan begini, tentu sangat memberatkan modal usaha kami,” keluh Bu Ningsih.
Ia pun berharap pemerintah atau pihak terkait dapat segera mengambil langkah agar harga plastik di pasaran bisa kembali normal dan stabil. Mengingat peran vital plastik bagi kelangsungan usaha kecil, stabilitas harga menjadi harapan besar bagi para pedagang agar mereka dapat tetap menjalankan usahanya dengan keuntungan normal seperti biasanya. (sof)




























