Beranda Kediri Raya HPN 2026: PWI Dorong Pers Profesional dan Adaptif di Era Digital

HPN 2026: PWI Dorong Pers Profesional dan Adaptif di Era Digital

164
Bambang Iswahyoedhi Ketua PWI Kediri Raya (Foto: Dok. Pribadi untuk Kubus.ID)

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Hari Pers Nasional (HPN) diperingati setiap tanggal 9 Februari. Tahun ini, peringatan HPN dimaknai Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kediri Raya sebagai momentum memperkuat soliditas dan profesionalisme insan pers di tengah disrupsi digital.

Ketua PWI Kediri Raya Bambang Iswahyudi menegaskan, tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa yang Kuat” harus diwujudkan melalui kerja jurnalistik yang beretika, akurat, dan berpihak pada kepentingan publik, khususnya di Kediri Raya.

“Pers harus memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, baik Kota maupun Kabupaten Kediri,” ujarnya saat on air di Radio ANDIKA, Senin (9/2) pagi.

Sepanjang 2026, PWI Kediri Raya menyiapkan sejumlah agenda HPN. Mulai bakti sosial dan santunan anak yatim, uji kompetensi wartawan, lomba catur PWI Kediri Raya, hingga puncaknya Anugerah Hasta Adhi Warta yang rencananya digelar November mendatang.

Bambang mengakui, tantangan pers kian berat. Penurunan iklan, persaingan media sosial, maraknya hoaks, hingga tekanan ekonomi menjadi persoalan serius yang kini dirasakan wartawan.

Karena itu, PWI menempatkan uji kompetensi sebagai syarat utama keanggotaan. “Wartawan harus profesional, paham kode etik dan Undang-Undang Pers,” tegasnya.

Terkait kecerdasan buatan (AI), PWI mendorong sikap adaptif. AI boleh dimanfaatkan sebagai referensi, namun bukan sumber utama. “Faktualitas, akurasi, dan etika tetap yang utama,” tandasnya.

Di tengah banjir informasi digital, Bambang menekankan pentingnya kepercayaan publik terhadap media arus utama. Kuncinya, konsisten menyajikan berita faktual dan berimbang.

“Pers harus sehat secara moral, profesional, jujur, dan berpihak pada kepentingan publik,” pungkasnya.(adr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini