KUBUS.ID – Aktivitas olahraga selama ini dikenal sebagai cara efektif untuk menjaga kebugaran dan mendukung kesehatan jantung. Meski begitu, olahraga juga dapat menimbulkan risiko apabila dilakukan tanpa persiapan yang memadai serta pengawasan kondisi tubuh.
Tak jarang muncul kejadian seseorang mendadak pingsan ketika berolahraga, bahkan berujung pada kondisi fatal. Situasi ini tidak hanya dialami atlet profesional, tetapi juga bisa menimpa masyarakat umum yang baru memulai olahraga.
Salah satu penyebab yang kerap ditemukan adalah serangan jantung. Kondisi ini berbahaya karena sering kali muncul tanpa tanda peringatan yang jelas. Akibatnya, banyak orang tidak menyadari potensi bahaya yang mengintai.
Oleh karena itu, memahami langkah pencegahan sangat penting agar olahraga tetap aman dan memberikan manfaat maksimal bagi kesehatan tubuh.
Tips Mencegah Serangan Jantung Saat Berolahraga
Berikut sejumlah saran dari dokter spesialis jantung yang dapat diterapkan untuk mengurangi risiko serangan jantung saat berolahraga, sebagaimana dirangkum dari laman Practo.
1. Awasi denyut jantung secara rutin
Memantau denyut jantung saat berolahraga membantu mengetahui apakah aktivitas yang dilakukan masih dalam batas aman. Setiap individu memiliki batas denyut jantung berbeda, tergantung usia dan kondisi fisik. Umumnya, denyut jantung ideal berada pada kisaran 50–85 persen dari denyut maksimal yang dapat dihitung dengan rumus 220 dikurangi usia. Untuk memudahkan pemantauan, penggunaan smartwatch atau alat pengukur denyut jantung bisa menjadi pilihan.
2. Konsumsi camilan ringan sebelum olahraga
Makan dalam porsi besar sebelum berolahraga dapat membuat tubuh terasa berat dan membebani kerja jantung. Sebagai alternatif, konsumsilah makanan ringan 30–60 menit sebelumnya untuk menjaga energi tetap stabil, seperti pisang, roti gandum, atau yogurt dalam jumlah kecil.
3. Sesuaikan intensitas dengan kemampuan tubuh
Banyak orang mengabaikan kondisi kebugaran diri sendiri. Padahal, memaksakan aktivitas di luar kemampuan tubuh dapat meningkatkan risiko gangguan jantung. Bagi pemula atau mereka yang lama tidak berolahraga, disarankan memulai dengan intensitas rendah hingga sedang, lalu meningkatkannya secara bertahap seiring adaptasi tubuh.
4. Jaga kecukupan cairan tubuh
Cairan memiliki peran penting dalam menjaga kinerja jantung selama aktivitas fisik. Kekurangan cairan dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung dan tekanan darah. Untuk itu, biasakan minum air putih sebelum, selama, dan setelah berolahraga tanpa menunggu rasa haus.
5. Perhatikan kondisi cuaca
Suhu lingkungan yang ekstrem, baik terlalu panas maupun dingin, dapat menambah beban kerja jantung. Saat cuaca panas, tubuh bekerja lebih keras untuk menurunkan suhu, sementara udara dingin dapat memicu penyempitan pembuluh darah. Waktu terbaik untuk berolahraga adalah pagi atau sore hari dengan suhu yang lebih bersahabat.
6. Sisipkan waktu istirahat
Istirahat merupakan bagian penting dari proses pemulihan tubuh. Olahraga yang dilakukan terus-menerus tanpa jeda dapat meningkatkan risiko kelelahan dan gangguan jantung. Idealnya, sediakan satu hingga dua hari dalam seminggu untuk beristirahat atau melakukan aktivitas ringan seperti berjalan santai dan peregangan.
7. Dengarkan sinyal dari tubuh
Apabila muncul keluhan seperti nyeri dada, pusing, sesak napas, atau rasa tidak nyaman lainnya, segera hentikan aktivitas. Begitu pula jika ada bagian tubuh yang terasa sakit. Memaksakan diri hanya akan membuat jantung bekerja lebih keras dan berpotensi menimbulkan komplikasi.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, risiko serangan jantung saat berolahraga dapat ditekan sehingga aktivitas fisik tetap aman dan menyehatkan.
Source: cnnindonesia.com






























