KUBUS.ID – Jelang seminggu sebelum lebaran, arus penumpang di Tulungagung masih normal. Artinya, belum terlihat ada peningkatan.
Kata Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Gayatri Tulungagung Yono, S.E., puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 28 Maret mendatang. Kenaikan penumpang diprediksi hingga 50 persen. Jika terjadi lonjakan penumpang, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak PO di Tulungagung. Nantinya, akan disediakan bus cadangan angkutan. Untuk saat ini, bus penumpang yang beroperasi berjumlah sekitar 125 bus.
Terkait dengan tarif bus ekonomi, hingga Selasa (25/3) hari ini, belum ada arahan dari pemerintah terkait batas atas dan batas bawah. Namun, untuk bus non ekonomi atau patas, sudah ada kenaikan tarif khusus. Tarif khusus lebaran biasanya berlaku mulai H-7 sampai H+7.
“Sementara ini untuk bus antar kota dalam provinsi (AKDP) yang mengalami kenaikan adalah bus non ekonomi atau patas. Sebelumnya, tarif bus dari Tulungagung ke Surabaya Rp 50 ribu. Sekarang menjadi Rp 85 ribu,” tambahnya.
Untuk diketahui, sebelum keberangkatan, semua bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan bus antar kota dalam provinsi (AKDP) telah dilakukan ramp check, tertib administrasi dan laik jalan.(stm)