Beranda Jawa Timur Jombang Lepas Jamaah Haji Mei Mendatang, 61 Persen Kategori Risti Jadi Perhatian...

Jombang Lepas Jamaah Haji Mei Mendatang, 61 Persen Kategori Risti Jadi Perhatian Khusus

2971
foto : ilustrasi/republika.id

JOMBANG, (KUBUS.ID) – Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Jombang tengah mematangkan persiapan pemberangkatan calon jamaah haji (CJH) tahun 2025. Berdasarkan jadwal, para jamaah asal Kota Santri ini direncanakan berangkat menuju tanah suci pada tanggal 6 dan 7 Mei 2025 mendatang.

Kepala Kantor Kemenhaj dan Umroh Jombang, Ilham Rohim, menjelaskan bahwa seluruh persiapan teknis terkait pengorganisasian jamaah telah rampung. Saat ini, para jamaah sudah terbagi ke dalam kelompok terbang (kloter) masing-masing.

“Persiapan yang kami lakukan di antaranya menginformasikan kepada semua calon jamaah haji bahwa kloter sudah terbentuk. Semua jamaah sudah mengetahui masuk kloter mana sesuai daftar urutan, siapa ketua regu, ketua rombongan, hingga siapa pembimbing ibadahnya selama di tanah suci,” ujar Ilham Rohim saat memberikan keterangan.

Tantangan utama pada musim haji tahun ini adalah tingginya persentase jamaah yang masuk dalam kategori Risiko Tinggi (Risti). Tercatat, sebanyak 61 persen dari total jamaah asal Jombang masuk dalam kategori tersebut, mulai dari tingkatan ringan, sedang, hingga berat.

Terkait hal ini, Kemenhaj dan Umroh Jombang telah mengeluarkan surat edaran agar jamaah proaktif melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Pengawasan ketat akan diberlakukan mulai dari sebelum keberangkatan, selama perjalanan di pesawat, hingga saat menjalankan prosesi ibadah di Arab Saudi.

Data Kemenhaj dan Umroh Jombang mencatat adanya rentang usia yang cukup jauh di antara jamaah Jombang, di mana jamaah tertua berusia 87 tahun, sementara jamaah termuda berusia 17 tahun.

Menjelang hari keberangkatan, Ilham Rohim memberikan pesan khusus kepada para jamaah untuk menjaga kondisi fisik. Kebiasaan masyarakat yang melakukan berbagai kegiatan sosial sebelum berangkat diharapkan tidak sampai menguras energi.

“Calon jamaah haji hendaknya tidak memforsir tenaga sebelum berangkat. Bagi yang sedang menjalani pengobatan karena penyakit tertentu, diwajibkan tetap mengonsumsi obatnya agar kondisi tetap stabil. Kami juga menyarankan jamaah tetap mendalami tata cara manasik,” tegas Ilham.

Senada dengan imbauan Menteri Haji dan Umroh, Kemenhaj dan Umroh Jombang juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jombang untuk memangkas durasi acara pelepasan. Langkah ini diambil untuk mencegah kelelahan fisik jamaah sebelum benar-benar bertolak ke tanah suci.

“Koordinasi sudah dilakukan dengan Pemkab Jombang. Nantinya kegiatan hanya bersifat pelepasan saja, tidak melalui seremoni yang panjang dan melelahkan, sesuai dengan arahan pusat demi kesehatan jamaah,” pungkasnya.(eko)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini