Beranda Kediri Raya Jumlah ODGJ di Kediri Meningkat, Mayoritas Usia Produktif

Jumlah ODGJ di Kediri Meningkat, Mayoritas Usia Produktif

358
sumber: foto AI

Kediri (KUBUS.ID) – Jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Kediri mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Kata dr. Bambang Triyono Putro, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Kediri, berdasarkan data Puskesmas, pada akhir 2025 tercatat 3.590 ODGJ. Angka ini sedikit meningkat dari akhir 2024 yang berjumlah 3.531 orang.

Ada beberapa faktor penyebab ODGJ. Diantaranya faktor biologis, genetik, psikologis maupun faktor lingkungan dan sosial.

“Penyebab ODGJ, bnyak faktor. Ada faktor biologis dimana ada gangguan dengan sistem hormonal di otak, faktor genetik, faktor psikologis mulai pengalaman traumatik sejak anak-anak, remaja sampai dewasa, bagaimana tekanan mental selama fase kehidupan. Dan yang tidak kalah penting adalah faktor lingkungan dan sosial. Stress sosial juga membuat seseorang kemudian mengidap ODGJ. Artinya penyebab ODGJ bisa dikatakan kompleks, tidak bisa dibilang satu-satu. Pemicu mungkin iya. Ada stressor atau tuntutan yang tinggi. Kalau faktor penyebab lebih pada kombinasi dari adanya faktor biologis, psikologis maupun stressor sosial”, ungkap dr. Bambang.

Berdasarkan data, mayoritas ODGJ berada pada usia produktif, yakni 30–45 tahun. Jenis gangguan yang paling banyak ditemukan meliputi skizofrenia, depresi, dan gangguan kecemasan. Dari sisi jenis kelamin, jumlah penderita didominasi laki-laki.

Untuk mengatasi permasalahan ini, sebanyak 37 puskesmas di Kabupaten Kediri telah menyediakan posyandu jiwa. Layanan ini berfungsi sebagai sarana skrining sekaligus rujukan maupun akses pelayanan khusus bagi yang memiliki gangguan kesehatan mental. Dinas Kesehatan juga bekerjasama dengan Rehabilitasi Sosial Bina Laras di Kras, Kediri dibawah naungan Dinsos Provinsi Jawa Timur. Pembinaan di posyandu jiwa ini, selain diberi terapi farmakologis juga terapi aktivitas kelompok. Dengan harapan mereka akan mempunyai ketrampilan sehingga ke depan akan menjadi lebih produktif di masyarakat.(stm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini