Beranda Kediri Raya Kasus Keracunan MBG di SMKN 3 Tulungagung, Mengungkap Fakta Lain

Kasus Keracunan MBG di SMKN 3 Tulungagung, Mengungkap Fakta Lain

1781
sumber foto: detik.com

TULUNGAGUNG (KUBUS.ID) – Kasus keracunan makan bergizi gratis (MBG) di SMKN 3 Boyolangu, Tulungagung, mengungkap fakta lain. Ternyata, SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Yayasan Mutiara Rawa Selatan di Desa Moyoketen, Boyolangu sebagai penyedia makanan, belum memiliki SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi).

Kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung, Sony Welly Ahmadi, berdasarkan informasi Tim Satgas, SPPG tersebut memang belum memiliki SLHS. Namun, sudah melakukan pelatihan bersama Dinkes. Saat ini, SPPG tersebut, masih mengajukan ijin SLHS.

“Hasil konfirmasi melalui Tim Satgas Kesehatan bahwa SPPG ini belum mendapatkan ijin SLHS. Namun, SPPG tersebut sudah melaksanakan pelatihan aplikasi yang diadakan dinkes. Pelatihan untuk penjamah makanan. Perkembangannya, SPPG sudah mengajukan ijin SLHS. SLHS memang penting untuk kegiatan proses penyediaan makanan di SPPG,” jelas Sony.

Untuk diketahui, SLHS ini dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) daerah sebagai bukti kelayakan higienitas tempat pengelolaan pangan. Sertifikat ini menunjukkan bahwa dapur atau tempat pengolahan makanan telah memenuhi standar kebersihan dan sanitasi yang ditetapkan.

Sony menambahkan sampai hari ini, SPPG tersebut masih ditutup. Pihaknya masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kasus keracunan.

Sementara itu, dari ratusan siswa yang mengalami keracunan, hingga saat ini ada 75 siswa yang belum masuk sekolah.

Sebelumnya, ratusan pelajar di SMKN 3 Boyolangu Tulungagung mengalami diare setelah mengomsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Menu yang diduga menyebabkan diare ini adalah yang dibagikan pada Senin (19/1/2026) kemarin. Menunya berisi nasi putih, ayam bakar, tahu kuning, sambal kecap, semangka, selada dan wortel.(stm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini