TULUNGAGUNG (KUBUS.ID) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tulungagung mulai mempersiapkan kontingen menyambut gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2027. Fokus utama saat ini tertuju pada pemetaan atlet melalui monitoring dan evaluasi (monev) guna memastikan hanya atlet potensial peraih medali yang akan diberangkatkan.
Ketua KONI Tulungagung, Agus Santosa menyatakan bahwa langkah intensif telah dimulai sejak April ini dengan melakukan pemantauan berkala terhadap perkembangan performa para atlet di masing-masing cabang olahraga (cabor). Skema penjaringan dilakukan secara selektif untuk menyaring atlet diproyeksikan mampu bersaing memperebutkan podium.
“Alhamdulillah mulai April ini kita gaspol. Nanti atlet-atlet akan kita monev sesuai perkembangan. Jadi atlet-atlet yang benar-benar potensi medali yang akan kita berangkatkan ke Porprov nanti,” kata Agus.
Berdasarkan data yang dihimpun, dari total 42 cabang olahraga yang ada di bawah naungan KONI Tulungagung, saat ini baru sekitar 24 cabor yang secara resmi masuk dalam database prioritas karena dinilai memiliki rekam jejak prestasi yang murni dan berpotensi menyumbangkan medali.
Terkait dukungan anggaran, Agus menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah mengalokasikan dana hibah sebesar Rp 5,5 miliar untuk operasional KONI tahun ini. Proses penyerapan dana tersebut dilakukan secara bertahap guna menunjang program latihan dan persiapan administratif cabor.
“Untuk anggaran KONI alhamdulillah kita dapat anggaran hibah Rp 5,5 M (di tahun ini). Tahap pertama untuk dana hibah sudah kita turunkan. Alhamdulillah kita kemarin baru menurunkan termin pertama Rp 1,3 miliar, baru kita serap Rp 790 juta,” bebernya.
Mengenai target prestasi, KONI Tulungagung memikul tanggung jawab besar untuk memperbaiki peringkat di klasemen akhir Porprov. Hal ini sesuai dengan instruksi Bupati Tulungagung agar kontingen mampu menembus posisi sepuluh besar.
Hal ini memang terbilang cukup berat jika berkaca pada pelaksanaan tahun 2025 lalu, di mana Tulungagung masih tertahan di peringkat ke-24.
“Sesuai instruksi dari Pak Bupati, targetnya sepuluh besar. Tapi kemarin kita di 2025 kita masuk di peringkat 24. Jadi masih jauh. Tapi insya Allah kita tetap maksimalkan untuk persiapan,” tegasnya.
Selain pemetaan atlet, KONI juga memberikan perhatian khusus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor kepelatihan. Tahun ini, program khusus akan dijalankan untuk memastikan seluruh pelatih di tiap cabang olahraga memiliki sertifikasi resmi agar metode pelatihan yang diberikan kepada atlet lebih terukur dan profesional.
Adapun program Pusat Latihan Kabupaten (Puslatkab) rencananya akan mulai digelar intensif setidaknya enam bulan sebelum pelaksanaan Porprov dimulai. Beberapa cabang olahraga yang menjadi tumpuan emas bagi Tulungagung di antaranya adalah atletik, panahan, aeromodelling, hingga paralayang.
“Tetap lari atau atletik, panahan, mungkin sama kemarin yang aeromodelling, sama paralayang. Kita kan ada atlet-atlet yang potensi. Nanti emas ada di situ,” ucapnya. (dit/stm)































