Beranda Nasional Kepala Bappenas Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Lebih Mendesak dari Lapangan Kerja

Kepala Bappenas Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Lebih Mendesak dari Lapangan Kerja

50
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional-Kepala Bappenas Rachmat Pambudy. (Foto. Kementerian PPN-Bappenas)

JAKARTA, (KUBUS.ID) — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan yang lebih mendesak untuk dijalankan dibandingkan pembukaan lapangan kerja. Program tersebut menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Rachmat menjelaskan, meski penciptaan lapangan kerja dan MBG sama-sama penting, kondisi sosial di sejumlah wilayah Indonesia membuat pemenuhan kebutuhan pangan bergizi harus didahulukan.

“Pada waktu saya ditanya, mengapa MBG penting? Apakah MBG itu penting? Penting sekali. Apakah MBG lebih penting dari memberi lapangan kerja? Saya mengatakan MBG lebih mendesak daripada lapangan kerja,” ujar Rachmat dalam acara Prasasti Economic Forum, dikutip dari detikFinance, Kamis (29/1/2026).

Ia menekankan bahwa urgensi MBG tidak berarti mengesampingkan penciptaan lapangan kerja. Namun, kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pangan, harus dipenuhi terlebih dahulu.

“MBG penting, lapangan kerja penting, tetapi MBG lebih mendesak. Ada yang bilang, tolong kasih kail, jangan ikan. Kalau dikasih kail, sudah keburu mati,” lanjutnya.

Menurut Rachmat, fenomena kelaparan masih nyata terjadi di berbagai pelosok Tanah Air. Kondisi tersebut menjadi alasan kuat bagi pemerintah untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur sosial, salah satunya melalui program MBG.

“Cobalah lihat saudara-saudara kita di ujung pelosok desa, mereka lapar, mereka kelaparan. Ketika saya harus mendampingi Pak Presiden meresmikan sekolah rakyat, anak-anak kita SMP, SMA tidak bisa baca tulis. Dan itu banyak sekali,” tuturnya.

Rachmat menegaskan bahwa MBG merupakan program prioritas nasional yang harus dieksekusi secara serius dan tepat sasaran. Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh hanya berfokus pada infrastruktur fisik semata.

“Makan bergizi adalah bagian daripada pembangunan yang harus diselesaikan. Karena itu kalau kita bicara infrastruktur, mohon kita tidak dibatasi pada infrastruktur fisik, tapi juga infrastruktur sosial. Mohon kita dibantu untuk menyelesaikan persoalan dasar kita,” pungkasnya. (far)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini