Beranda Jawa Timur Korban Keracunan MBG di Mojokerto Bertambah Jadi 261 Orang, 112 Masih Dirawat

Korban Keracunan MBG di Mojokerto Bertambah Jadi 261 Orang, 112 Masih Dirawat

214
Ratusan pelajar di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, mengalami dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program MBG. (Foto. Redaksi)

MOJOKERTO, (KUBUS.ID) — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto mengungkapkan data terbaru korban dugaan keracunan massal Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kutorejo. Hingga Minggu (11/1/2026), jumlah santri dan siswa yang terdampak tercatat bertambah menjadi 261 orang.

Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto Dyan Anggrahini Sulistyowati mengatakan, dari total tersebut, 112 korban masih menjalani perawatan di rumah sakit dan puskesmas.

“Total yang ditangani melalui posko 261 anak. Posisi pasien yang pulang atau rawat jalan 140 anak, dirawat di rumah sakit dan puskesmas 112 anak, dan dirawat di posko 9 anak,” kata Dyan pada Minggu (11/1/2026).

Korban keracunan saat ini dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya Puskesmas Kutorejo, Puskesmas Pacet, serta beberapa rumah sakit, yakni RSUD Prof dr Soekandar, RSI Arofah, RS Sumberglagah, RS Mawaddah Medika, dan RS Kartini.

Dyan mengungkapkan, jumlah korban keracunan diperkirakan lebih dari 261 orang. Hal itu lantaran terdapat sejumlah pasien yang mendatangi fasilitas kesehatan secara mandiri dan belum seluruhnya tercatat dalam data posko.

“Itu (261 korban) di luar pasien yang datang mandiri ke rumah sakit atau puskesmas. Misalnya di RSUD Prof dr Soekandar ada tambahan 13 pasien,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, ratusan santri dan siswa di Kecamatan Kutorejo diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG berupa soto ayam yang disediakan oleh SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03. Para korban berasal dari SMP/MTs dan SMA/MA Pondok Pesantren Al Hidayah Desa Wododadi, MTs dan MA Ponpes Maahad Annur Desa Singowangi, serta SMPN 2 Kutorejo.

Gejala klinis mulai dirasakan korban sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi, 10 Januari 2026, dengan keluhan antara lain pusing, mual, muntah, demam, dan diare.

SPPG yang berlokasi di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kutorejo, diketahui menyajikan 2.679 porsi MBG untuk 20 sekolah. Untuk sementara, tujuh sekolah dan pondok pesantren dilaporkan terdampak dugaan keracunan massal tersebut.

Saat ini, operasional SPPG dihentikan sementara sambil menunggu hasil investigasi. Tim gabungan yang terdiri dari Kodim 0815 Mojokerto, Polres Mojokerto, dan Dinkes Kabupaten Mojokerto tengah melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti keracunan massal tersebut. (far)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini