Beranda Kediri Raya Lagi, Temuan Kasus Dugaan Keracunan MBG Terjadi di Tulungagung, Dinkes Ambil Sampel...

Lagi, Temuan Kasus Dugaan Keracunan MBG Terjadi di Tulungagung, Dinkes Ambil Sampel Makanan

1292
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, dr. Aris Setiawan. (Foto. Redaksi)

TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) — Kasus keracunan yang diduga disebabkan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tulungagung terus berlanjut. Setelah sebelumnya terjadi di SMKN 3 Boyolangu dan SMK Sore, kali ini sejumlah siswa di SMKN 2 Boyolangu dan MAN 2 Tulungagung dilaporkan mengalami gangguan kesehatan serupa.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung mendatangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangrejo 2 untuk mengambil sampel makanan MBG yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, Aris Setiawan, mengatakan pihaknya menerima laporan adanya gangguan kesehatan yang dialami sejumlah pelajar di SMKN 2 Boyolangu dan MAN 2 Tulungagung pada Jumat (23/1/2026) pagi.

“Keluhan siswa hanya ditangani di UKS dan tidak ada yang dirujuk ke puskesmas. Kami masih mendalaminya apakah disebabkan oleh MBG atau bukan,” kata Aris saat mengudara di Radio ANDIKA pada Senin (26/1/2026).

Aris menjelaskan, pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut. Pasalnya, terdapat pelajar yang tidak mengonsumsi MBG namun mengalami keluhan serupa, seperti diare.

“Kami masih mendalaminya, apakah disebabkan karena MBG atau bukan. Karena ada pelajar yang tidak mengonsumsi MBG tapi mengalami diare. Makanya kami takut datanya tidak tepat,” jelasnya.

Sebagai langkah preventif, Dinkes Tulungagung mengambil sampel MBG di SPPG Karangrejo 2, yang diketahui menjadi distributor MBG bagi SMKN 2 Boyolangu dan MAN 2 Tulungagung.

“Kami sudah mengambil sampel MBG di SPPG Serut. Sampel makanan yang kami ambil merupakan makanan yang disalurkan pada Rabu dan Kamis lalu,” tuturnya.

Adapun sampel yang diambil meliputi nasi, ayam, cap cay, serta beberapa jenis lauk lainnya. Seluruh sampel tersebut akan dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya untuk dilakukan uji laboratorium.

“Sampel ini kami ambil sebagai langkah preventif sekaligus untuk memastikan apakah ada keterkaitan dengan laporan yang kami terima,” kata Aris.

Selain pengambilan sampel makanan, tim Dinkes Tulungagung juga melakukan Survei Epidemiologi (SE) ke SMKN 2 Boyolangu dan MAN 2 Tulungagung guna memantau kemungkinan adanya tambahan kasus.

“Hingga saat ini kami belum menerima laporan adanya siswa yang dirujuk ke puskesmas,” pungkasnya. (far)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini