Beranda Gaya Hidup Lapar yang Menyatukan

Lapar yang Menyatukan

2

KUBUS.ID – Ramadan memiliki dimensi sosial yang kuat. Jutaan orang berpuasa bersama, dalam waktu yang sama, dengan pengalaman yang serupa.

Rasa lapar menjadi pengalaman kolektif.

Di kantor, semua menunggu azan Magrib.
Di rumah, semua menghitung menit menuju berbuka.
Di jalan, penjual takjil ramai oleh orang-orang dengan tujuan sama.

Lapar yang biasanya terasa individual, di bulan ini menjadi pengalaman bersama.

Apa yang membuatnya menyatukan?

  • Kesadaran bahwa semua sedang menahan diri.
  • Empati terhadap mereka yang kekurangan.
  • Kebersamaan dalam momen berbuka.
  • Rasa solidaritas sosial.

Ramadan menciptakan rasa “kita”. Kita yang sama-sama menunggu. Kita yang sama-sama berjuang menahan diri.

Dalam dunia yang sering terpecah oleh perbedaan, pengalaman kolektif seperti ini menjadi pengikat yang kuat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini