KUBUS.ID – Puasa melatih kita untuk menahan diri, bukan hanya dari makan dan minum, tetapi juga dari keluhan. Lapar, lelah, dan kantuk memang nyata. Namun, Ramadan mengajarkan bahwa setiap rasa tidak nyaman adalah bagian dari proses penguatan diri.
Mengeluh berlebihan hanya menguras energi. Sebaliknya, bersyukur justru menguatkan hati. Saat kita mengganti keluhan dengan rasa syukur, perspektif berubah. Kita lebih mampu melihat nikmat kecil yang sering terlewat: udara pagi, kebersamaan saat sahur, hingga waktu berbuka bersama keluarga.
Cara melatih lebih banyak syukur:
- Menuliskan 3 hal yang disyukuri setiap hari
- Menghindari membandingkan diri dengan orang lain
- Mengurangi konsumsi konten negatif
- Mengingat tujuan spiritual puasa
Mindset positif membuat Ramadan terasa ringan. Tubuh mungkin lelah, tetapi hati tetap hangat. Syukur menumbuhkan optimisme dan memperkuat kesabaran.
Less complaining, more gratitude bukan sekadar slogan. Itu adalah latihan mental yang membentuk karakter. Ramadan adalah waktu terbaik untuk memulainya.































