KEDIRI, (KUBUS.ID) – Menjelang Operasi Ketupat 2026, Polres Kediri Kota tancap gas. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) setempat merilis capaian signifikan dalam upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).
Hasil evaluasi terbaru menunjukkan, strategi edukasi dan pencegahan yang dimasifkan membuahkan hasil. Angkanya tak main-main.
Edukasi Melejit, Budaya Tertib Dikuatkan
Di sektor pre-emtif atau Dikmas Lantas, total kegiatan melonjak hingga 38.151 aktivitas. Edukasi menjadi ujung tombak.
Sebanyak 1.600 kali penyuluhan digelar. Sasarannya beragam, mulai pelajar, komunitas, hingga pengguna jasa transportasi di terminal. Kampanye safety riding dan safety driving juga digeber 1.377 kali.
Tak berhenti di situ, sosialisasi menyentuh 2.596 kelompok masyarakat, baik yang terorganisasi maupun komunitas informal.
Satlantas juga agresif di ruang digital. Sedikitnya 10.244 konten edukasi disebar melalui media sosial dan kanal elektronik. Targetnya jelas: generasi muda yang akrab dengan gawai.
31 Ribu Lebih Aksi Preventif di Jalan
Upaya preventif tak kalah masif. Total 31.517 kegiatan dilakukan di lapangan.
Sebanyak 22.908 kali pengaturan dan patroli difokuskan pada jam serta titik rawan. Personel juga disiagakan di 5.450 titik black spot atau lokasi rawan kecelakaan.
Pengawasan angkutan umum diperketat. Pemeriksaan visual hingga ramp check digelar untuk memastikan kendaraan laik jalan, terutama menjelang arus mudik dan balik libur panjang.
Teguran Lebih Dominan, Humanis Tapi Tegas
Di sisi penegakan hukum (gakkum), Satlantas tetap bertindak presisi. Tercatat 19.076 tindakan dilakukan. Mayoritas berupa teguran presisi sebanyak 17.113 kali.
Langkah ini dipilih untuk membangun kesadaran tanpa mengesampingkan sisi humanis. Namun, pelanggaran berpotensi fatal tetap ditindak tegas.
Fatalitas Nol, Remaja Paling Rentan
Data kecelakaan menjadi catatan penting. Selama periode evaluasi, tercatat 15 kejadian laka lantas. Kabar baiknya, nihil korban meninggal dunia.
Namun demikian, faktor manusia masih mendominasi. Sebanyak 14 kasus dipicu kesalahan saat mendahului atau berpindah jalur.
Kelompok usia 15–19 tahun menjadi yang paling rentan, dengan 13 orang tercatat sebagai korban. Ironisnya, 21 korban dan 11 pelaku kecelakaan diketahui tidak memiliki SIM.
Kasat Lantas Satlantas Polres Kediri Kota AKP Tutud Yudho Prastyawan, S.H., menegaskan pentingnya peran keluarga.
“Kami akan terus melakukan sosialisasi secara masif. Namun peran orang tua sangat krusial. Jangan biarkan anak yang masih bersekolah mengendarai motor atau mobil. Kelalaian kecil bisa berujung penyesalan besar,” tegasnya.
Pihaknya memastikan sinergi lintas instansi terus diperkuat. Targetnya satu: jalanan Kota Kediri aman dan nyaman, khususnya dalam menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah.(atc/adr)

































