Beranda Gaya Hidup Meja Makan yang Penuh Cerita

Meja Makan yang Penuh Cerita

3

Buka puasa bukan sekadar momen makan. Ia adalah ritual sosial. Meja makan menjadi ruang cerita.

Ada yang tertawa.
Ada yang diam.
Ada yang menyimpan lelah di balik senyum.

Ramadan menghadirkan momen kebersamaan yang jarang terjadi di bulan lain. Bahkan keluarga yang jarang makan bersama, di bulan ini mencoba duduk dalam satu meja.

Mengapa meja makan Ramadan terasa istimewa?

  • Karena semua menunggu momen yang sama.
  • Karena makanan sederhana terasa lebih nikmat.
  • Karena percakapan lebih hangat.
  • Karena ada rasa syukur kolektif.

Namun tidak semua meja makan penuh tawa. Ada yang kehilangan anggota keluarga. Ada yang berbuka sendiri. Ada yang menahan konflik.

Di sinilah Ramadan menjadi cermin: bahwa kebersamaan adalah nikmat yang tak selalu tersedia.

Meja makan bukan hanya tentang menu. Ia tentang hubungan. Tentang cerita yang diwariskan. Tentang kenangan yang kelak dirindukan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini