KUBUS.ID – Salah satu tantangan terbesar di era digital adalah perbandingan. Apalagi saat Ramadan. Timeline dipenuhi konten khatam Al-Qur’an, kajian rutin, sedekah besar, aktivitas produktif.
Tanpa sadar, kita mulai mengukur diri berdasarkan orang lain.
Padahal perjalanan spiritual bersifat personal.
Tanda kita mulai terjebak perbandingan:
- Merasa tidak cukup baik.
- Merasa tertinggal.
- Merasa ibadah kurang berarti.
- Kehilangan fokus pada niat awal.
Ramadan seharusnya menjadi perjalanan internal, bukan kompetisi eksternal.
Cara mengukur diri tanpa membandingkan:
- Bandingkan diri hari ini dengan diri kemarin.
- Fokus pada konsistensi kecil.
- Kurangi konsumsi konten yang memicu insecurity.
- Ingat bahwa setiap orang memiliki kapasitas berbeda.
Ramadan bukan panggung performa. Ia adalah ruang pertumbuhan. Dan pertumbuhan tidak selalu terlihat oleh orang lain.
































