KUBUS.ID – Ramadan seharusnya menjadi momentum menahan diri, tetapi sering kali justru menjadi bulan paling konsumtif. Diskon besar-besaran, tren menu viral, hingga belanja Lebaran membuat pengeluaran melonjak. Padahal, esensi puasa adalah merasakan dan memahami.
Mengurangi konsumtif berarti memberi ruang bagi empati. Ketika kita tidak berlebihan, kita lebih mudah merasakan bagaimana saudara kita yang kekurangan menjalani hari-harinya. Empati tumbuh dari kesadaran, bukan sekadar wacana.
Langkah konkret mengurangi konsumtif:
- Membuat daftar belanja yang realistis
- Mengalokasikan dana khusus untuk sedekah
- Menghindari belanja karena tren semata
- Memprioritaskan kebutuhan pokok
Saat empati meningkat, kita lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Ramadan menjadi bulan berbagi, bukan sekadar bulan berbelanja. Kebahagiaan terasa lebih tulus ketika kita mampu membantu orang lain.
Mengurangi konsumtif bukan berarti menahan kebahagiaan. Justru di situlah letak kebahagiaan yang lebih dalam, ketika kita memberi, bukan hanya menerima.





























