KUBUS.ID – Setiap keluarga memiliki tradisi Ramadan yang berbeda. Ada yang selalu membuat kolak pisang, ada yang berbagi takjil ke tetangga, ada yang membaca Al-Qur’an bersama setelah tarawih.
Tradisi bukan sekadar kebiasaan. Ia adalah warisan nilai.
1. Tradisi sebagai Identitas Keluarga
Tradisi membuat anak-anak mengenal akar mereka.
• Mengenal resep turun-temurun
• Menghafal doa-doa keluarga
• Mengingat cerita masa lalu
Di situlah identitas dibangun.
2. Tradisi Mengajarkan Konsistensi
Melakukan hal yang sama setiap tahun menciptakan rasa stabil dan aman. Anak-anak belajar bahwa Ramadan adalah momen istimewa yang selalu ditunggu.
3. Menguatkan Ikatan Antar Generasi
Tradisi menghubungkan kakek-nenek, orang tua, dan anak-anak dalam satu alur cerita yang sama.
Menjaga tradisi berarti menjaga hubungan.






























