KUBUS.ID – Anak belajar bukan hanya dari apa yang orang tua katakan, tetapi dari apa yang orang tua lakukan. Cara orang tua mengelola stres, marah, kecewa, hingga bahagia akan menjadi contoh langsung bagi anak dalam memahami dan mengatur emosinya sendiri.
Tanpa disadari, orang tua adalah “cermin emosi” bagi anak. Jika orang tua mudah meledak, anak cenderung meniru. Jika orang tua mampu tenang saat menghadapi masalah, anak pun belajar melakukan hal yang sama.
Mengapa Peran Emosi Orang Tua Sangat Penting?
Sejak usia dini, anak belum memiliki kemampuan regulasi emosi yang matang. Mereka mengandalkan figur terdekat untuk memahami:
- Bagaimana cara merespons kekecewaan
- Bagaimana mengekspresikan kemarahan
- Bagaimana menenangkan diri
- Bagaimana menyelesaikan konflik
Semua itu dipelajari melalui observasi sehari-hari di rumah.
Cara Menjadi Role Model Emosi yang Sehat
1. Tunjukkan Cara Mengelola Emosi Secara Nyata
Saat merasa marah, katakan dengan jujur namun terkendali:
“Ayah sedang kesal, jadi butuh waktu sebentar untuk menenangkan diri.”
Dengan begitu, anak belajar bahwa marah itu wajar, tetapi tetap bisa dikendalikan.
2. Gunakan Bahasa Emosi yang Jelas
Biasakan menyebutkan perasaan:
“Ibu sedih karena rencana kita batal.”
“Ayah bangga sekali kamu sudah berusaha.”
Semakin sering anak mendengar kosa kata emosi, semakin mudah ia memahami dan mengekspresikannya.
3. Hindari Melampiaskan Emosi Secara Agresif
Berteriak, membanting barang, atau saling menyalahkan di depan anak bisa meninggalkan dampak psikologis jangka panjang. Anak bisa menganggap itu sebagai cara normal dalam menghadapi konflik.
4. Minta Maaf Jika Salah
Orang tua tidak harus selalu benar. Justru saat orang tua berani berkata, “Maaf tadi Ibu terlalu keras,” anak belajar tentang tanggung jawab dan empati.
5. Kelola Stres dengan Cara Sehat
Olahraga ringan, waktu istirahat cukup, atau berbagi cerita dengan pasangan membantu orang tua menjaga stabilitas emosi. Anak yang tumbuh di lingkungan emosional yang stabil cenderung lebih percaya diri dan aman secara psikologis.
Dampak Positif Jika Orang Tua Menjadi Teladan Emosi
- Anak lebih mudah mengontrol amarah
- Anak memiliki empati yang lebih tinggi
- Hubungan orang tua dan anak lebih hangat
- Risiko perilaku agresif menurun
- Anak lebih siap menghadapi tekanan sosial
Lingkungan rumah yang tenang dan suportif menjadi fondasi kecerdasan emosional anak di masa depan.
Penutup
Menjadi role model emosi bukan berarti tidak pernah marah atau sedih. Justru sebaliknya, orang tua menunjukkan bahwa semua emosi itu normal dan bisa dikelola dengan cara yang sehat.
Ketika orang tua belajar mengatur emosinya, anak pun akan belajar hal yang sama. Dan di situlah fondasi karakter anak dibangun—bukan dari nasihat panjang, melainkan dari contoh nyata setiap hari.






























