
Vitra menjelaskan, sebelum pelaksanaan TKA, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari sosialisasi ke seluruh satuan pendidikan hingga koordinasi lintas instansi.
“Kami sudah melakukan sosialisasi ke semua satuan pendidikan. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan dewan pendidikan, Dinas Kominfo, serta PLN untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar,” ujar Vitra.
Tak hanya itu, selama masa persiapan, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur juga memberikan bimbingan teknis (bimtek) kepada seluruh petugas yang bertanggung jawab dalam pengawasan pelaksanaan TKA.
Pelaksanaan TKA SD di Kota Blitar sendiri dibagi menjadi empat gelombang. Untuk gelombang pertama digelar pada 20–21 April, sementara gelombang kedua berlangsung pada 21–22 April 2026.
Berdasarkan hasil evaluasi bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, tidak ditemukan kendala berarti selama pelaksanaan berlangsung. Namun, dari hasil survei terhadap peserta didik, terdapat beberapa masukan yang menjadi perhatian.
“Ada beberapa masukan dari siswa, di antaranya soal yang dirasa masih cukup sulit serta waktu pengerjaan yang dianggap kurang panjang,” tambahnya.
Meski demikian, hasil akhir kemampuan peserta didik baru dapat diketahui setelah sertifikasi TKA resmi dirilis.
“Hasil sepenuhnya nanti bisa dilihat setelah sertifikasi keluar. Dari situ akan terlihat bagaimana kemampuan masing-masing peserta didik,” pungkas Vitra.(eko)































