TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Tulungagung memastikan seluruh persiapan teknis keberangkatan 1.167 jemaah calon haji (JCH) asal wilayah setempat telah memasuki tahap final.
Selain kepastian jumlah jemaah, proses distribusi perlengkapan koper dan penyelesaian visa menjadi fokus utama otoritas terkait menjelang jadwal keberangkatan.
Kepala Kantor Kemenhaj Tulungagung, Suryani, mengungkapkan bahwa distribusi koper kepada jemaah kini tengah berlangsung melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) masing-masing.
Meski mayoritas logistik sudah terkirim dari Jakarta, pihaknya mencatat masih ada kekurangan sekitar 72 koper yang saat ini sedang dikoordinasikan dengan pihak Kanwil dan Kantor Pos agar segera tiba di Tulungagung.
”Dari dua kali kirim itu, ada kekurangan koper kita untuk jemaah haji tahun 2026 sebanyak 72. Kekurangan itu kita komunikasikan dengan Kantor Pos sama Kanwil, mudah-mudahan segera bisa dikirim,” tutur Suryani saat memberikan keterangan di kantornya.
Mengenai kondisi jemaah, tercatat sebanyak 1.167 orang telah terkonfirmasi berangkat yang terbagi dalam delapan kelompok terbang (kloter). Dari total tersebut, terdapat 345 jemaah yang masuk kategori risiko tinggi (risti) dan 400 jemaah kategori lansia di atas usia 65 tahun.
Suryani menyebut jemaah tertua tahun ini berusia 96 tahun atas nama Samadi, warga Desa Aryojeding yang dipastikan dalam kondisi sehat.
Terkait kelengkapan dokumen perjalanan, Kemenhaj Tulungagung memberikan apresiasi terhadap percepatan proses administrasi tahun ini. Berdasarkan pengecekan pada aplikasi resmi, seluruh visa jemaah asal Tulungagung dipastikan sudah terbit dan siap digunakan tanpa kendala berarti seperti tahun-tahun sebelumnya.
”Visa sudah alhamdulillah, kita cek di aplikasi, Tulungagung 1.167 itu semuanya sudah jadi visanya. Jadi tidak sama dengan tahun lalu, sekarang sudah fix,” ucapnya menegaskan.
Jadwal keberangkatan sendiri akan dimulai secara bertahap. Kloter awal yakni kloter 32 dan 34 dijadwalkan berangkat pada 29 April 2026, disusul rombongan kloter besar mulai 17 hingga 20 Mei 2026.
Menanggapi situasi keamanan di Timur Tengah, Suryani menegaskan bahwa eskalasi konflik di kawasan tersebut tidak berdampak pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
”Tadi malam kita dapat informasi, tidak terpengaruh dengan itu. Jadi jemaah yang sudah sampai Madinah pun tidak ada gangguan, tidak ada risiko, berjalan sesuai rencana dan dipastikan sudah relatif aman,” kata dia.
Memasuki tahun pertama berdirinya kantor mandiri Kemenhaj, Suryani mengimbau seluruh jemaah untuk mulai membatasi aktivitas fisik yang berat menjelang keberangkatan. Ia menyarankan agar kegiatan sosial seperti walimatussafar dijadwalkan jauh hari sebelum keberangkatan agar kondisi fisik tetap prima saat di tanah suci.
”Tiga hari sebelum berangkat kalau bisa sudah betul-betul selesai aktivitasnya, tinggal santai-santai saja. Kemudian juga saya berharap masih ada waktu bagi jemaah untuk memperdalam ilmu manasiknya,” paparnya menjelaskan. (dit)































