Beranda Kediri Raya Polisi Sebut Bayi yang Ditemukan Meninggal di Tulungagung Berusia Tiga Hari

Polisi Sebut Bayi yang Ditemukan Meninggal di Tulungagung Berusia Tiga Hari

186
Warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung digemparkan dengan penemuan sesosok jasad bayi. (Foto. Redaksi)

TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) — Bayi laki-laki yang ditemukan di depan Panti Asuhan Hikmatul Hayat 2, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung dinyatakan meninggal karena lemas. Fakta itu diungkap Satreskrim Polres Tulungagung setelah melakukan autopsi terhadap jenazah bayi yang ditemukan warga pada Jumat (28/11) malam.

Hasil autopsi menunjukkan bayi tersebut meninggal akibat kondisi lemas atau asfiksia, tanpa adanya tanda-tanda kekerasan. Polisi memastikan bayi itu masih dalam keadaan hidup saat pertama kali diletakkan di depan pintu panti asuhan yang saat ini belum beroperasi.

Kanit UPPA Satreskrim Polres Tulungagung, Iptu Ahmad Ahfandi, menjelaskan bayi laki-laki tersebut memiliki panjang 41 sentimeter dengan berat 1,6 kilogram. Dari pemeriksaan juga diketahui lambung bayi dalam keadaan kosong dan diperkirakan berusia 1–3 hari.

“Hasil autopsi memperkuat dugaan bahwa bayi meninggal tidak lama setelah ditinggalkan. Tidak ada indikasi penganiayaan, sehingga penyebab kematian murni karena lemas,” kata Ahmad saat mengudara di Radio Andika Kediri pada Sabtu, (29/11).

Polisi kini memfokuskan penyelidikan untuk menemukan pelaku pembuangan bayi tersebut. Penemuan bermula dari laporan warga yang awalnya mengira benda yang tergeletak di depan panti asuhan itu adalah boneka. Setelah dicek, ternyata itu adalah bayi laki-laki dalam kondisi mengenaskan.

Panti Asuhan Hikmatul Hayat 2 saat itu dalam keadaan sepi karena belum beroperasi, sehingga tidak ada yang mengetahui pelaku yang meletakkan bayi di lokasi tersebut.

Kasus ini masih terus diselidiki. Kepolisian mengumpulkan berbagai petunjuk untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab serta motif di balik tindakan tersebut. Polisi menegaskan upaya menemukan pelaku menjadi prioritas agar insiden tragis serupa tidak terulang. (far)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini