Beranda Kediri Raya Produksi Sampah di Tulungagung Tembus 1.000 Ton Sepekan Selama Lebaran

Produksi Sampah di Tulungagung Tembus 1.000 Ton Sepekan Selama Lebaran

7
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Tulungagung, Ginanjar Eko Santoso. (redaksi)

Tulungagung (KUBUS.ID) – Perayaan Idulfitri di Kabupaten Tulungagung turut meningkatankan volume sampah yang dihasilkan masyarakat. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung mencatat adanya kenaikan tren produksi sampah yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Tulungagung, Ginanjar Eko Santoso menjelaskan bahwa selama periode lebaran tahun ini, volume sampah yang masuk ke pembuangan mengalami lonjakan hingga menyentuh angka 1.000 ton dalam sepekan. Padahal, pada hari normal, rata-rata sampah yang dihasilkan masyarakat berada di kisaran 900 ton per pekan.

“Terkait dengan sampah lebaran mengalami peningkatan yang semula sepekan rata-rata di angka 900 ton (per pekan), di lebaran ini meningkat menjadi 1.000 ton (per pekan),” ungkap Ginanjar saat ditemui di kantornya pada Senin (30/3) pagi.

Menurut Ginanjar, jika dipersentasekan, kenaikan volume sampah tersebut berada di angka sekitar 7 persen. Pihaknya mencatat bahwa titik tertinggi atau puncak pembuangan sampah terjadi pada tanggal 19 Maret lalu. Kondisi ini membuat para petugas kebersihan di lapangan untuk bekerja ekstra guna memastikan tumpukan sampah tidak terbengkalai di sudut-sudut wilayah.

“Jadi ada peningkatan sekitar 7 persen. Dan puncaknya sampah itu di tanggal 19 (Maret). Kami melakukan pengangkutan itu sampai pukul 12.00 malam yang tersebar di seluruh Kabupaten Tulungagung,” bebernya.

Mengenai karakteristik sampah yang mendominasi, Ginanjar menyebutkan bahwa mayoritas merupakan sisa-sisa aktivitas rumah tangga. Sampah-sampah tersebut didominasi oleh bahan organik serta limbah domestik lainnya yang dihasilkan dari kegiatan konsumsi maupun bersih-bersih rumah yang jamak dilakukan warga menyambut tamu lebaran.

“Rata-rata sampah yang kita angkut di sampah organik, sampah domestik,” tambah Ginanjar.

Kenaikan ini sebenarnya sudah mulai terlihat sejak mulai memasuki bulan Ramadan. Dari data yang dihimpun DLH, pada hari biasa produksi sampah berada di angka 900 ton, kemudian merangkak naik menjadi 930 ton saat bulan puasa.

Dan terus meningkat hingga 950 ton saat mendekati hari H lebaran. Lonjakan ini dinilai sebagai dampak psikologis masyarakat yang ingin kondisi rumahnya bersih saat merayakan hari kemenangan.

“Itu di angka sekitar 950 (ton per pekan). Jadi memang mungkin ketika menjelang lebaran seluruh masyarakat melakukan bersih-bersih di tempat-tempat sekitar di rumah-rumahnya,” urainya.

Dengan peningkatan volume yang cukup masif dalam waktu singkat ini, petugas kebersihan di Tulungagung melakukan pengangkutan agar ritme pengelolaan sampah tetap terjaga.

“Sehingga seluruh sampah-sampah yang ada dikeluarkan, dan akhirnya dibuang, dan kita angkut,” jelasnya. (dit)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini