KUBUS.ID – Puasa tidak hanya menahan makan dan minum. Ia juga menahan respons spontan. Ketika tubuh lapar dan kurang tidur, emosi menjadi lebih sensitif. Hal kecil bisa terasa besar. Nada suara bisa terdengar lebih tajam.
Di rumah, kesabaran diuji oleh rutinitas domestik. Di kantor, tekanan pekerjaan tetap berjalan. Di jalan, kemacetan tidak ikut berpuasa. Justru dalam kondisi inilah pengendalian diri diuji.
Beberapa cara melatih manajemen emosi saat puasa:
- Menyadari tanda awal emosi meningkat
- Menarik napas dalam sebelum merespons
- Menghindari keputusan saat sedang sangat lelah
- Mengatur ulang ekspektasi terhadap orang lain
Puasa adalah latihan jeda. Jeda sebelum marah. Jeda sebelum membalas. Jeda sebelum bereaksi. Dalam jeda itulah kebijaksanaan tumbuh.
Kesabaran bukan berarti menekan emosi, tetapi memilih respons yang lebih sadar. Ramadan memberi kesempatan untuk melatih itu setiap hari.































