KUBUS.ID – Puasa sering dipahami sebagai menahan lapar dan dahaga. Namun sejatinya, puasa adalah latihan besar untuk menguatkan jiwa. Tubuh mungkin melemah karena tidak makan dan minum seharian. Tetapi justru di situlah jiwa ditempa. Kita belajar bahwa kekuatan sejati bukan berasal dari fisik, melainkan dari kemampuan mengendalikan diri.
1. Menahan yang Halal, Apalagi yang Dilarang
Saat puasa, kita menahan diri dari hal yang sebenarnya halal, makan dan minum. Maka logikanya, kita seharusnya lebih mampu menahan diri dari hal-hal yang memang tidak diperbolehkan.
• Menahan lisan dari menyakiti
• Menahan mata dari melihat yang tak pantas
• Menahan hati dari prasangka buruk
Puasa adalah pengingat bahwa kita mampu.
2. Melatih Ketahanan Mental
Tidak semua hari puasa terasa ringan. Ada hari ketika pekerjaan menumpuk, cuaca panas, atau emosi sedang tidak stabil. Namun kita tetap bertahan. Ketahanan mental seperti ini bukan hal kecil. Ia membentuk pribadi yang tidak mudah goyah saat menghadapi masalah kehidupan.
3. Jiwa yang Lebih Tangguh Setelah Ramadan
Jika selama 30 hari kita mampu menjaga diri, maka di luar Ramadan pun kita seharusnya bisa melanjutkan latihan itu. Puasa bukan hanya ritual tahunan. Ia adalah program pembentukan karakter.
































