KUBUS.ID – Banyak dari kita tumbuh dengan bayangan sederhana: jika sudah bekerja, hidup akan terasa lebih stabil. Ada penghasilan, ada kemandirian, dan perlahan semua akan berjalan ke arah yang lebih baik.
Namun ketika benar-benar memasuki dunia kerja, realitanya sering tidak sejalan dengan ekspektasi itu.
Harga kebutuhan hidup meningkat, standar hidup ikut naik, sementara penghasilan tidak selalu berkembang secepat itu. Apa yang dulu terasa cukup, sekarang terasa kurang. Apa yang dulu terlihat mudah dicapai, kini terasa semakin jauh.
Di sinilah quarter life crisis sering muncul bukan karena kita tidak bekerja keras, tapi karena hasil dari usaha itu tidak memberikan rasa aman seperti yang dibayangkan.
Banyak anak muda merasa berada di posisi yang membingungkan. Mereka sudah bekerja, sudah berusaha mandiri, tapi tetap merasa belum “sampai” ke titik yang diharapkan.
Beberapa tekanan ekonomi yang sering dirasakan:
• penghasilan yang terasa tidak cukup
• biaya hidup yang terus meningkat
• kesulitan mencapai standar hidup tertentu
• rasa tertinggal secara finansial
Yang membuat ini semakin berat adalah adanya ekspektasi yang sudah terbentuk sejak lama. Ekspektasi bahwa di usia tertentu, hidup seharusnya sudah stabil.
Padahal realita sekarang tidak selalu memungkinkan itu.
Dan mungkin, yang perlu diubah bukan hanya cara kita bekerja—tapi juga cara kita memahami realita ekonomi yang memang sudah berbeda.
































