Beranda Gaya Hidup Ramadan dan Identitas Diri

Ramadan dan Identitas Diri

2
Ramadan Kareem photography, Lantern with crescent moon shape on the beach with sunset sky, 2024 Eid Mubarak greeting background

KUBUS.ID – Ramadan bukan sekadar perubahan jadwal makan. Ia adalah perubahan ritme hidup, perubahan suasana hati, bahkan perubahan cara kita memandang diri sendiri. Ketika tubuh menahan lapar dan haus, lapisan-lapisan distraksi perlahan terkelupas. Tidak ada camilan untuk mengalihkan stres. Tidak ada kopi untuk menyamarkan lelah. Yang tersisa adalah kita dan kejujuran pada diri sendiri.

Di bulan inilah identitas diuji dalam ruang paling sunyi. Saat tidak ada yang melihat apakah kita benar-benar berpuasa dengan penuh kesadaran. Saat tidak ada kamera yang merekam ibadah. Saat tidak ada pujian yang menilai kesabaran kita. Pertanyaannya sederhana namun dalam: siapa kita ketika tidak ada penonton?

Sering kali kita membangun identitas berdasarkan persepsi sosial. Kita ingin dikenal sebagai pribadi yang religius, sabar, dermawan, atau produktif. Namun Ramadan membongkar semua label itu. Ketika emosi naik karena lelah, ketika kesabaran diuji di kantor atau di rumah, karakter asli muncul tanpa sensor.

Beberapa refleksi yang bisa direnungkan:

  • Apakah kita tetap jujur meski tidak diawasi?
  • Apakah kita menjaga lisan meski tidak ada yang menegur?
  • Apakah kita beribadah karena kesadaran atau kebiasaan?
  • Apakah kita nyaman dengan diri sendiri dalam kesunyian?

Ramadan bukan tentang menjadi orang lain. Ia tentang menjadi diri sendiri yang lebih autentik. Bulan ini mengajarkan bahwa identitas sejati dibangun bukan dari citra, melainkan dari konsistensi dalam sunyi. Dan mungkin, di sanalah pertumbuhan paling jujur terjadi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini