Beranda Gaya Hidup Ramadan dan Self Healing yang Sebenarnya

Ramadan dan Self Healing yang Sebenarnya

1

KUBUS.ID – Banyak orang menyebut Ramadan sebagai momen “healing”. Namun healing yang sejati bukan sekadar menenangkan diri dengan suasana religius, melainkan keberanian untuk menghadapi luka batin yang selama ini dihindari.

Puasa membuat ritme hidup melambat. Nafsu ditahan, emosi diuji, kesunyian lebih terasa. Dalam ruang yang lebih hening itu, sering kali muncul kenangan lama, penyesalan, atau konflik batin yang belum selesai.

Self healing di bulan Ramadan bisa berarti:

  • Berdamai dengan kesalahan masa lalu.
  • Memaafkan diri sendiri.
  • Mengakui rasa lelah dan tidak memaksakan diri.
  • Berani meminta maaf kepada orang lain.

Ramadan memberi ruang refleksi yang jarang kita miliki di bulan lain. Saat sahur dalam sunyi, saat menunggu azan Magrib, ada waktu untuk benar-benar bertanya: “Apa yang sebenarnya sedang saya rasakan?”

Healing tidak selalu nyaman. Terkadang ia datang dalam bentuk tangis saat berdoa, atau rasa sesak ketika mengingat kehilangan. Namun justru di situlah proses penyembuhan dimulai.

Beberapa langkah sederhana self healing di Ramadan:

  • Journaling setelah sahur atau sebelum tidur.
  • Mengurangi paparan media sosial yang memicu perbandingan.
  • Menghabiskan waktu berkualitas dengan orang terdekat.
  • Mengizinkan diri untuk tidak selalu kuat.

Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi juga tentang memulihkan hati yang mungkin lama terabaikan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini