KUBUS.ID – Tidak semua orang bisa pulang saat Ramadan. Ada yang menempuh studi jauh dari rumah. Ada yang bekerja di kota atau bahkan negara lain. Namun Smeski jarak memisahkan, hangatnya Ramadan tetap sampai.
1. Rindu yang Datang Saat Azan Magrib
Di kamar kos atau apartemen kecil, mungkin tidak ada suara ramai keluarga. Tidak ada aroma masakan ibu. Tetapi setiap azan magrib tetap membawa doa yang sama.
• Rindu pada meja makan rumah
• Rindu pada suara tawa saudara
• Rindu pada pelukan orang tua
2. Menciptakan Keluarga Baru di Perantauan
Ramadan di perantauan seringkali mempertemukan kita dengan “keluarga” baru. Teman sekampus. Rekan kerja. Tetangga sesama perantau. Berbuka bersama mereka menghadirkan rasa kebersamaan yang berbeda, namun tetap hangat.
3. Doa yang Menembus Jarak
Walau berjauhan, doa tetap menyatukan. Video call saat sahur. Pesan singkat sebelum tarawih. Semua menjadi pengobat rindu. Karena Ramadan bukan soal lokasi. Ia soal koneksi hati.






























