
KEDIRI, (KUBUS.ID) – Pemerintah Kabupaten Kediri bergerak cepat menjaga stabilitas harga dan daya beli warga jelang Ramadan. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP), Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar masif dan terintegrasi dengan peluncuran nasional.
Pekan ini, GPM dipusatkan di Balai Desa Woromarto, Kecamatan Purwoasri. Kegiatan tersebut terhubung secara daring dengan GPM nasional yang dilaksanakan serentak di 447 titik di 27 provinsi dan 191 kabupaten/kota se-Indonesia.
Kepala DKPP Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, turun langsung memantau pelaksanaan di lapangan. Ia memastikan distribusi pangan berjalan lancar dan stok dalam kondisi aman.
“Kami memantau langsung pelaksanaan GPM di Desa Woromarto. Menjelang Ramadan, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Artinya, program ini memang dibutuhkan,” ujarnya.
Daya tarik utama GPM terletak pada harga komoditas yang dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Beras medium dan premium, cabai, bawang merah, sayuran segar, minyak goreng, hingga gula menjadi buruan warga. Selisih harga dengan pasaran cukup signifikan, sehingga meringankan belanja rumah tangga di tengah tren kenaikan harga.
Tak berhenti di satu lokasi, DKPP menjadwalkan GPM bergilir di 19 titik strategis se-Kabupaten Kediri mulai 10 Februari hingga 13 Maret 2026. Skema ini disiapkan untuk memastikan akses pangan murah tetap terbuka hingga menjelang Idul Fitri.
Pemkab Kediri berharap, intervensi pasar melalui GPM mampu menahan laju inflasi daerah sekaligus memberi rasa tenang bagi masyarakat dalam menyambut dan menjalankan ibadah Ramadan tanpa dibayangi lonjakan harga kebutuhan pokok.(atc/adr)
































