KUBUS.ID – Di tengah tren menu mewah dan belanja besar-besaran, konsep Ramadan minimalis terasa kontras. Namun justru dalam kesederhanaan, makna lebih mudah ditemukan. Tidak perlu meja penuh makanan untuk merasa cukup.
Ramadan minimalis bukan berarti kekurangan, melainkan kecukupan. Fokus pada esensi: ibadah, refleksi, dan kebersamaan. Mengurangi hal-hal yang tidak perlu membuka ruang bagi ketenangan.
Prinsip Ramadan minimalis:
- Menyusun menu secukupnya, tidak berlebihan
- Mengurangi belanja impulsif
- Membatasi distraksi digital
- Mengutamakan kualitas waktu bersama keluarga
Kesederhanaan membantu kita menyadari bahwa kebahagiaan tidak selalu identik dengan kemewahan. Justru sering kali hadir dalam momen kecil: sahur sederhana, doa bersama, atau obrolan hangat setelah berbuka.
Ramadan minimalis adalah tentang merayakan yang cukup. Dan dalam rasa cukup itu, hati menjadi lebih ringan.

































