Beranda Gaya Hidup Revenge Eating Saat Magrib

Revenge Eating Saat Magrib

1

KUBUS.ID – Setelah menahan lapar selama lebih dari 12 jam, momen berbuka terasa seperti pelepasan besar. Namun sering kali pelepasan itu berubah menjadi pelampiasan. Piring penuh, minuman manis berlebihan, gorengan bertumpuk. Seolah-olah tubuh perlu “balas dendam.”

Fenomena ini disebut revenge eating — makan berlebihan sebagai respons atas penahanan. Secara psikologis, ketika sesuatu dibatasi terlalu ketat, dorongan untuk mengompensasi menjadi lebih besar.

Tanda-tanda revenge eating saat berbuka:

  • Makan terlalu cepat tanpa sadar
  • Tidak memperhatikan rasa kenyang
  • Merasa begah dan menyesal setelah makan
  • Mengulangi pola yang sama setiap hari

Padahal tubuh membutuhkan transisi. Gula darah yang turun memang perlu dinaikkan, tetapi bukan secara ekstrem. Makan perlahan, memulai dengan air dan kurma, memberi jeda sebelum makan besar — itu adalah bentuk kesadaran.

Ramadan bukan hanya menahan lapar, tetapi juga melatih hubungan sehat dengan makanan. Mengendalikan diri tidak berhenti saat azan Magrib terdengar. Justru di situlah ujian berikutnya dimulai.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini