KEDIRI, (KUBUS.ID) – Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa menghadiri pembinaan manasik massal terintegrasi sekaligus pelepasan jamaah haji Kabupaten Kediri yang digelar di Simpang Lima Gumul (SLG). Kegiatan tersebut diikuti ribuan calon jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji tahun ini. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir sosok inspiratif, yakni Mbah Marsiah (104), warga Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.
Berdasarkan data dari Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Mbah Marsiah tercatat sebagai calon jamaah haji tertua di Kabupaten Kediri, bahkan disebut sebagai yang tertua se-Indonesia. Sebanyak 1.275 calon jamaah haji yang terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 109, 110, 111, dan 112, mengikuti pembinaan manasik yang diberikan oleh pemerintah Kabupaten Kediri bersama pihak Kementerian Haji Kabupaten Kediri.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh terkait tata cara pelaksanaan ibadah haji, sekaligus kesiapan fisik dan mental para jamaah. Sesuai jadwal, jamaah haji asal Kabupaten Kediri akan mulai diberangkatkan pada 19 Mei 2026 untuk Kloter 109, 110, dan 111. Sementara Kloter 112 dijadwalkan berangkat pada 20 Mei 2026.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa berpesan agar seluruh jamaah haji senantiasa menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah. Ia juga mengimbau para jamaah untuk rutin melakukan latihan berjalan sebagai bentuk persiapan fisik menghadapi aktivitas di Tanah Suci.
“Jaga kesehatan, perbanyak latihan berjalan agar saat di Tanah Suci nanti para jamaah sudah terbiasa dan dapat menjalankan ibadah dengan lancar,” pesannya.
Pemerintah Kabupaten Kediri berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah haji dengan khusyuk, lancar, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur. Pemerintah Kabupaten Kediri juga memberikan bekal pada semua calon jemaah haji berjpa sambel pecel, sambel tumpang instant, payung dan peralatan serta makanan tambahan lainnya.(atc)































