
KUBUS.ID, (JAKARTA) – Badan Gizi Nasional (BGN) membuka opsi penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat sahur bagi penerima manfaat di lingkungan pesantren selama Ramadan.
Sebelumnya, Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan bahwa opsi penyaluran saat sahur tidak memungkinkan diterapkan bagi penerima manfaat sekolah di daerah yang mayoritas menjalankan ibadah puasa. Menurutnya, waktu sahur umumnya menjadi momen kebersamaan bersama keluarga.
“Tidak memungkinkan karena waktu libur saja kan banyak pendapat kok, ‘Libur kok ke sekolah?’ gitu. Apalagi nanti sahur kok masa ngambil ke sekolah gitu. Jadi biasanya sahur kan momen bersama dengan keluarga,” ujar Dadan.
Meski demikian, Dadan membuka peluang kebijakan tersebut diterapkan secara terbatas di lingkungan pesantren. Ia menilai, karakteristik pesantren yang para santrinya tinggal di asrama memungkinkan distribusi makanan saat sahur lebih terkoordinasi.
“Mungkin yang terbuka peluang adalah yang di pesantren. Nah, nanti yang di pesantren setelah jalan mungkin bisa melakukan evaluasi apakah sebaiknya sahur atau pada saat buka,” tambahnya.
Dadan menjelaskan, setelah program MBG berjalan selama Ramadan, pihaknya akan melakukan evaluasi untuk menentukan waktu penyaluran yang paling efektif dan tepat bagi para penerima manfaat.
Ia pun menilai secara teknis penyaluran MBG saat berbuka puasa relatif lebih mudah dibandingkan saat sahur. Faktor persiapan makanan dan keseragaman waktu bangun penerima manfaat menjadi pertimbangan utama.
“Tapi menurut saya sih dari segi kemudahan, pasti berbuka akan lebih mudah dibandingkan sahur karena processing dan juga keseragaman bangun ya,” kata Dadan.
Dengan opsi yang masih terbuka tersebut, BGN akan mempertimbangkan berbagai aspek teknis dan sosial sebelum memutuskan skema penyaluran MBG selama Ramadan, khususnya bagi lingkungan pesantren. (CNNIndonesia/far)































