KUBUS.ID – Teka-teki pemicu 411 pelajar, santri, dan orang dewasa di Mojokerto keracunan makan bergizi gratis (MBG) soto ayam, menemui titik terang. Penyebab keracunan massal ini mengerucut pada telur ayam rebus yang menjadi salah satu komponen soto tersebut.
Pemeriksaan sampel MBG dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Pondok Pesantren Al Hidayah maupun muntahan beberapa korban di Labkesda Kabupaten Mojokerto, telah tuntas. Hasil laboratorium tersebut kemudian dibahas dalam rapat tertutup di smart room Satya Bina Karya (SBK) Kantor Bupati Mojokerto pada Kamis (15/1/2026) malam.
“Kami baru saja berdiskusi terkait hasil tersebut (pemeriksaan laboratorium). Secara detail saya tidak bisa sampaikan di sini karena saya bukan ahlinya. Tapi secara garis besar hasil diskusi kami mengarah kepada dugaan sementara karena adanya pembelian telur matang,” kata Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Abi Swanjoyo kepada wartawan di lokasi.
Abi menjelaskan, SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah membeli telur matang dari pemasok atau pihak ketiga sebagai salah satu komponen MBG soto ayam. Hasil penelusuran tim investigasi, telur ayam rebus tersebut dimasak pada Rabu (7/1/2026) malam oleh pihak ketiga.
Selanjutnya, pihak ketiga mengirim telur ayam rebus ke SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah pada Kamis (8/1/2026) sore. Dapur MBG di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kutorejo, Mojokerto ini menjadikan telur matang itu salah satu komponen soto ayam.
Selanjutnya, soto ayam didistribusikan ke 22 sekolah dan pondok pesantren pada Jumat (9/1/2026) pagi sampai sebelum Salat Jumat. Diduga kuat telur ayam rebus tersebut dalam kondisi sudah basi. Sehingga menyebabkan keracunan massal pelajar, santri dan orang dewasa yang memakannya.
“Disampaikan oleh Kepala SPPG, itu beli telur matang dari luar. Setelah kami telusuri telur tersebut oleh pihak ketiga dimasak hari Rabu malam, lalu Kamis sore baru diantar ke SPPG. Itulah dugaan sementara kami karena adanya rentang waktu antara Rabu malam sampai Kamis. Tadi dijelaskan juga oleh tim ahli kesehatan. Itu nanti kami dalami lagi, dugaan sementara seperti itu,” jelasnya.
Tentu saja 2.679 pelajar dan santri penerima MBG tidak serentak menyantap soto ayam tersebut. Tim Investigasi, tambah Abi, juga menemukan titik waktu makan yang menelan jumlah korban terbanyak. Yaitu pada pukul 12.30 WIB atau setelah Salat Jumat.
“Tadi kami bahas juga titik korban paling banyak. Ternyata di (Ponpes) Mahad An Nur dan di Al Hidayah. Distribusinya sebelum salat Jumat, tapi dimakannya setelah Salat Jumat pukul 12.30 WIB,” tandasnya.
Sebelumnya, ratusan pelajar, santri dan keluarga siswa keracunan setelah menyantap MBG soto ayam dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah. MBG menu soto ayam tersebut dibagikan ke para pelajar dan santri pada Jumat (9/1/2026).
Gejala klinis keracunan mulai dirasakan para pelajar dan santri pada Jumat malam dan Sabtu (10/1/2026) pagi. Mereka tiba-tiba pusing, mual, muntah, demam dan diare. Pemkab Mojokerto mengunci data jumlah korban di angka 411 orang. Dari jumlah itu, tinggal 2 korban yang rawat inap per kemarin malam.(detik-stm)
Copy: detik.com

































