KUBUS.ID – Perubahan jadwal selama Ramadan sering membuat pola tidur menjadi tidak teratur. Bangun lebih awal untuk sahur, tidur lebih larut setelah tarawih, hingga aktivitas malam yang meningkat bisa membuat tubuh kekurangan istirahat. Padahal, tidur yang cukup sangat berpengaruh pada stamina saat berpuasa.
Kurang tidur dapat memicu rasa lemas, sulit konsentrasi, bahkan meningkatkan nafsu makan berlebihan saat berbuka. Tubuh yang lelah cenderung mencari “energi instan” dari makanan manis dan berlemak. Inilah sebabnya menjaga kualitas tidur sama pentingnya dengan menjaga pola makan.
Tidur berkualitas bukan hanya soal durasi, tetapi juga soal konsistensi. Usahakan memiliki jam tidur yang relatif sama setiap hari. Jika malam hari terasa lebih singkat, manfaatkan tidur siang singkat sebagai pelengkap.
Ciptakan suasana tidur yang nyaman. Hindari penggunaan gadget sebelum tidur karena paparan cahaya biru dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang membantu kita terlelap.
Ramadan seharusnya menjadi bulan penuh energi positif, bukan kelelahan. Dengan manajemen tidur yang baik, tubuh akan lebih segar menjalani ibadah dan aktivitas.
Tips tidur berkualitas saat Ramadan:
- Tidur lebih awal jika memungkinkan
- Hindari scrolling sebelum tidur
- Manfaatkan power nap 15–20 menit
- Jaga total waktu tidur 6–8 jam per hari
- Kurangi konsumsi kafein di malam hari





























