KUBUS.ID – Ada fenomena menarik setiap Ramadan: waktu terasa berbeda. Di awal bulan, terasa panjang. Menjelang akhir, tiba-tiba terasa sangat cepat.
Mengapa waktu terasa berubah?
Karena kesadaran kita terhadap waktu meningkat.
Kita menghitung hari.
Menghitung malam.
Menghitung target ibadah.
Ketika sesuatu terasa bermakna, waktu menjadi lebih terasa.
Beberapa hal yang memengaruhi persepsi waktu di Ramadan:
- Perubahan jadwal tidur.
- Intensitas ibadah.
- Target personal yang ingin dicapai.
- Kesadaran bahwa bulan ini terbatas.
Ramadan mengajarkan satu hal penting: waktu adalah amanah. Ketika kita sadar bahwa sesuatu tidak berlangsung selamanya, kita cenderung lebih menghargainya.
Dan mungkin itulah sebabnya, setiap tahun, Ramadan terasa cepat berlalu—karena kita baru benar-benar menyadari nilainya ketika ia hampir pergi.






























