
“Jadi SPPG wajib menginformasikan hari ini menunya apa, kandungan, gizinya termasuk harganya berapa. Misalkan hari ini nasi, kemudian ayam teriyaki, lalu steam wortel dan buncis, buahnya pisang, nah Itu harus ada harganya,” ujar Sony dalam keterangannya kepada Kompas.com, Minggu (8/3/2026).
Sony lantas mempersilakan masyarakat untuk me-monitor bagaimana pelaksanaan MBG di lapangan. Dia meminta masyarakat menyesuaikan wujud MBG dengan harga yang memang betul-betul real dan fakta.
“Misalkan pisang, pisang itu berapa? Misalkan Rp 1.500 satu biji pisang ya, satu,” ucapnya. Sony menyampaikan, jika di lapangan ditemukan ketidaksesuaian MBG, masyarakat bisa langsung protes ke media sosial yang dimiliki SPPG tersebut. Sementara itu, Deputi Bidang Penyaluran dan Penyediaan BGN Suardi Samiran menegaskan bahwa kualitas makanan tidak hanya ditentukan oleh bahan yang digunakan, tetapi juga oleh cara pengolahan, penyimpanan, dan penyajiannya. Menurut Suardi, standar keamanan pangan harus diterapkan secara menyeluruh dalam setiap tahapan operasional dapur SPPG.
Suardi menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan seluruh petugas yang terlibat memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran yang memadai dalam menjalankan tugasnya di masing-masing SPPG.(eko)































