JAKARTA, (KUBUS.ID) – Seleksi Manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih 2026 tengah menjadi sorotan publik setelah muncul keluhan dari sejumlah peserta terkait dugaan gangguan sistem saat pelaksanaan tes berbasis Computer Assisted Test (CAT). Keluhan tersebut viral di media sosial dan memicu perdebatan mengenai transparansi proses seleksi.
Salah satu video yang ramai diperbincangkan dibagikan ulang oleh akun X bernama @jhonsitorus_19. Dalam video itu, seorang peserta mengaku kecewa setelah mengikuti tes kompetensi untuk posisi manajer koperasi desa. Ia menilai sistem yang digunakan dalam ujian mengalami masalah teknis yang merugikan peserta.
“Aku baru selesai tes kompetensi koperasi desa. Jangan berharap banyak. Tapi enggak tahu kenapa websitenya aneh banget,” ujar pria dalam video tersebut, dikutip pada Sabtu (9/5).
Peserta itu menjelaskan bahwa jawaban yang sebelumnya telah dipilih dan disimpan tiba-tiba berubah sendiri menjadi opsi lain yang tidak dipilihnya. Menurutnya, kejadian tersebut terjadi berulang kali selama ujian berlangsung.
“Kita udah jawab, jawaban terasa benar, terus jawaban benar udah disimpan, tiba-tiba kursor keganti sama jawaban yang kita tidak pilih,” keluhnya.
Keluhan tersebut langsung menyita perhatian warganet. Banyak peserta lain mengaku mengalami kejadian serupa saat mengikuti tes CAT seleksi Manajer Kopdes Merah Putih 2026. Kondisi ini pun memunculkan kekhawatiran soal akurasi sistem penilaian dan integritas proses seleksi digital yang digunakan.
Meski begitu, hingga saat ini belum diketahui secara pasti apakah masalah yang dikeluhkan peserta benar-benar disebabkan oleh error sistem, gangguan teknis tertentu, atau faktor lain saat pelaksanaan ujian. Pihak penyelenggara pun belum memberikan penjelasan resmi terkait viralnya keluhan tersebut.
Dalam lanjutan videonya, pria tersebut mengaku mulai kehilangan kepercayaan terhadap proses seleksi yang sedang berlangsung.
“Kalaupun jawaban benar, sama sistemnya disalahin. Aku udah enggak percaya sama proses seleksinya,” ungkapnya.
Tak lama setelah viral, video keluhan itu disebut tiba-tiba menghilang dari platform. Namun, peserta tersebut kemudian kembali memberikan klarifikasi bahwa dirinya hanya ingin membagikan pengalaman pribadi usai mengikuti tes CAT.
Ia juga mengungkapkan bahwa respons dari warganet sangat besar. Banyak pengguna media sosial membanjiri kolom komentar dan mengaku mengalami kendala serupa saat mengerjakan tes.
“Banyak banget teman-teman yang punya pengalaman yang sama di kolom komentar,” katanya. (far)
































