Beranda Kediri Raya Waspada Hantavirus, Dinkes Tulungagung Imbau PHBS dan Penggunaan Masker

Waspada Hantavirus, Dinkes Tulungagung Imbau PHBS dan Penggunaan Masker

1
sumber foto: kompas.com

KUBUS.ID – Dinas Kesehatan Tulungagung memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus Hantavirus di wilayah Tulungagung maupun Kediri. Penyakit ini diketahui ditularkan melalui tikus, terutama dari urin, kotoran, dan air liurnya, dengan sumber utama dari tikus ladang.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Tulungagung, dr. Aris Setyawan, M.Kes., menjelaskan bahwa gejala Hantavirus sekilas mirip dengan leptospirosis karena memiliki perantara yang sama. Namun, terdapat perbedaan pada keluhan yang muncul.

“Kalau leptospirosis lebih banyak menyerang hati atau liver, sedangkan Hantavirus biasanya diawali demam tinggi mendadak, nyeri otot, pusing, sakit kepala, hingga mata merah,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika tidak segera ditangani, kondisi dapat berkembang menjadi lebih serius.

“Pada tahap lanjut bisa terjadi penurunan tekanan darah, produksi urin menurun, gangguan fungsi ginjal, muncul bintik merah di kulit, bahkan berisiko menyebabkan gagal ginjal,” imbuhnya.

Masa inkubasi Hantavirus berkisar antara 1 hingga 6 minggu. Secara nasional, tercatat sekitar 8 kasus yang ditemukan di wilayah DIY dan Jawa Barat, sementara di Jawa Timur belum ada laporan kasus.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan menggunakan masker.

“Pencegahan paling sederhana adalah rutin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, serta menggunakan masker terutama saat membersihkan area yang berpotensi terpapar kotoran tikus,” tegas dr. Aris. (stm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini