KUBUS.ID – Ada generasi yang terus bergerak, terus mencoba, terus mencari namun selalu merasa belum sampai.
Bukan karena mereka tidak berkembang, tapi karena “tujuan akhir” mereka terus berubah.
Hari ini ingin A, besok merasa B lebih baik, lusa merasa C lebih sesuai. Perubahan ini bukan sepenuhnya salah, tapi jika terjadi terus-menerus tanpa refleksi, ia bisa menciptakan perasaan tidak pernah cukup.
Quarter life crisis sering muncul di tengah pencarian tanpa henti ini.
Kita terus berpindah dari satu tujuan ke tujuan lain, tanpa pernah benar-benar berhenti untuk merasakan apa yang sudah dicapai.
Beberapa pola yang sering terjadi:
• cepat bosan dengan pencapaian
• selalu merasa ada yang kurang
• sulit merasa puas
• terus mencari “yang lebih baik”
Masalahnya bukan pada pencarian itu sendiri, tapi pada ketidakmampuan untuk “berhenti sejenak”.
Karena tanpa jeda, kita tidak pernah benar-benar tahu apakah kita sudah sampai—atau hanya terus berlari tanpa arah.
Kadang, yang kita butuhkan bukan tujuan baru.
Tapi kemampuan untuk menghargai posisi kita sekarang.
































